Pro-Kontra Penggunaan Metodologi Hermeneutik dalam Penafsiran Al-Qur’an

  • Reza Bakhtiar Ramadhan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstract

Artikel ini berusaha menjelaskan sejauh mana perdebatan penggunaan hermeneutika sebagai salah satu aliran/cabang ilmu tafsir Al Quran. Perdebatan tersebut diindikasi melahirkan pro-kontra dalam menyikapi hermeneutika sebagai metodologi tafsir Al Quran yang terbagi menjadi tiga klaster, penolak, penerima dan penengah. Ketiga klaster ini saling mengisi wacana publik intelektual dengan berbagai dasar dan alasannya masing-masing. Tafsir Al Quran yang dinilai kurang relevan dan solutif dalam menyelesaikan masalah kontemporer menjadi dasar bagi para penerima dari metodologi hermenenutika ini. Sedangkan bagi para penolak, metodologi hermeneutika dapat merusak khazanah ilmu tafsir, karena metodologi yang digunakan hermenenutika khusus diterapkan pada Bibel, bukan Al Quran. Adapun para penengah, mereka mencoba menjembatani ruang-ruang kosong dari para penolak dan penerima, dengan melakukan seleksi ketat terhadap hal-hal yang bisa dan tidak bisa metodologi hermeneutika ini diterapkan dalam menafsiri Al Quran. Dengan menggunakan pendekatan analisis-deskriptif, artikel ini mencoba mengurai persoalan pro dan kontra penggunaan metodologi hermeneutika ini, dengan dilengkapi diskurus intelektual yang menyertainya. Pada akhirnya, artikel ini menemukan titik temu yang bersifat temporal antara para kelompok yang pro dan kontra tersebut. Sehingga titik temu ini akan mengalami dinamisasi, tergantung pada fenomena sosial, budaya, agama dan politik yang menyertainya kelak.
Published
2020-06-24
How to Cite
RAMADHAN, Reza Bakhtiar. Pro-Kontra Penggunaan Metodologi Hermeneutik dalam Penafsiran Al-Qur’an. AQWAL Journal of Qur'an and Hadis Studies, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 29-41, june 2020. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/AQWAL/article/view/3517>. Date accessed: 18 oct. 2021.
Section
Articles