Dari Sakral Ke Profan: Pergeseran Budaya Perceraian di Kabupaten Cilacap

  • Khusnul Khotimah IAIN Purwokerto
  • Maghfur Ahmad IAIN Pekalongan

Abstract

This study discusses whether there is a change in the meaning and nature of marriage, how is the impact of changes in the socio-cultural community of Cilacap so that divorce continues to increase, what factors are the cause of divorce. The concept used by using social construction theories is a continuation of Emile Durkheim's phenomenological theory. This study uses an interdisciplinary qualitative approach in 8 subdistrict cities Cilacap. Data collection techniques used ethnographic study observations and interviews with 36 informants. The findings of socio-cultural changes have resulted in changes in the meaning of marriage which was originally understood to have sacred and sacred meanings to realize a family that is sakinah, mawaddah, and rahmah, changing as ordinary contract that has lost its misfortune. As a result divorce is a normal and natural action without considering the consequences and effects caused. Factors that influence are family economic conditions, hedonic behavior, communication tools, television shows. marriage age, association, infidelity, forced marriage, lack of religious knowledge and low education. The reason for divorce in general is economic factors, namely the inability of husbands to fulfill household needs.

References

Abdullah, I (2006). Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, M. Y. (2006). Studi Islam Kontemporer. Jakarta : Penerbit Hamzah.

Al Anshor, M. (2016). Perceraian di Kalangan Buruh Migran di Banjarsari, Nusawungu, Cilacap. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 8(2), 203-214.

Asyari, Y. (2017). Radar Banyumas. Terbitan tanggal 28 Juli 2017.

BPS Kabupaten Cilacap. (2017). Cilacap Dalam Angka Tahun 2017.

Dhavamony, M. (1995). Fenomenologi agama. Yogyakarta: Kanisius.

Dommaraju, P., & Jones, G. (2011). Divorce Trends in Asia. Asian Journal of Social Science, 39(6), 725-750.

Garna, Y. K. (1992). Teori-Teori Perubahan Sosial. Bandung: Program Pascasarjana, Universitas Padjadjaran.

Giddens, A., & Turner, J. H. (Eds.). (2008). Social Theory Today: Panduan Sistemalis Tradisi dan Tren Terdepan Teori Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Goode, W. J. (2007). Sosiologi Keluarga, terj. Lailahanoum Hasyim, Jakarta : Aksara.

Gunaryo, A. (2006). Pergumulan Politik & Hukum Islam: Reposisi Peradilan Agama dari Peradilan" Pupuk Bawang" Menuju Peradilan yang Sesungguhnya. Kerjasama Pustaka Pelajar dan Pascasarjana IAIN Walisongo, Semarang.

Hamid, A. (1993). Islam di Tengah Pergulatan Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Hastuti, W. (2017). Kepala seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap. Wawancara tanggal 26 Juli 2017.

Kaelan, H. (2010). Metode Penelitian Agama Kualitatif Interdisipliner. Yogyakarta: Paradigma.

Lauer, R. H. (1993). Perspektif Tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.

Liliweri, A. (2007). Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Luhulima, A. S. (2007). Bahan Ajar tentang Hak Perempuan: UU No. 7 Tahun 1984 Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita. Yayasan Obor Indonesia.

Matondang, A. (2014). Faktor-Faktor Yang Mengakibatkan Perceraian dalam Perkawinan. JPPUMA Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 2(2), 141-150.

Mead, G. H. (1965). Mind, Self & Society. From the Standpoint of a Social Behaviorist, Chicago, London (The University of Chicago Press)

Miladiyanto, S. (2016). Pengaruh Profesi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Terhadap Tingginya Perceraian di Kabupaten Malang. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 1(1), 51-66.

Nasir, R. (2006). Dialektika Islam dengan Problem Kontemporer. Yogyakarta: IAIN Press & LKiS.

Pengadilan Agama (2017). Data Laporan Tahunan Permohonan dan Gugatan Perceraian. Kabupaten Cilacap.

Prianto, B., Wulandari, N. W., & Rahmawati, A. (2013). Rendahnya Komitmen Dalam Perkawinan Sebagai Sebab Perceraian. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 5(2).

Ramadani, M., & Yuliani, F. (2017). Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai Salah Satu Isu Kesehatan Masyarakat secara Global. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 9(2), 80-87.

Ritzer, G., & Alimandan. (1985). Sociologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta: Rajawali.

Rogers, E. M. (1994). History of Communication Study. New York: Free Press.

Salim, A. (2002). Perubahan Sosial: Sketsa Teori dan Refleksi Metodologi Kasus Indonesia. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Shahab, K., & Shaleh, A. Q. (2007). Sosiologi Pedesaan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Sieben, I., & Verbakel, E. (2013). Permissiveness Toward Divorce: The Influence of Divorce Experiences in Three Social Contexts. European Sociological Review, 29(6), 1175-1188.

Soetandyo, W. (2002). Hukum, Paradigma, Metode dan Dinamika Masalahnya. Jakarta: Elsam & Huma.

Sofiani, T. (2012). Efektifitas Mediasi Perkara Perceraian Pasca Perma Nomor 1 Tahun 2008 Di Pengadilan Agama. Jurnal Penelitian, 7(2).

Suhadak. (2017). Hakim PA Kabupaten Cilacap. Wawancara pada tanggal 4 Juli 2017.

Suprapto, R. (2002). Interaksi Simbolik: Perspektif Sosiologi Modern. Malang: Averrous Press Bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Pelajar Yogyakarta.

Tibi, B., Abas, Z., & Ellizabet, M. Z. (1999). Islam, Kebudayaan dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Undang-Undang Perkawinan No.1 Pasal 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Utsman, S. (2009). Dasar-Dasar Sosiologi Hukum: Makna Dialog Antara Hukum & Masyarakat: Dilengkapi Proposal Penelitian Hukum (Legal Research). Pustaka Pelajar.

Woodword, M. R. (2006). Islam Jawa Kesalehan Normatif Versus Kebatinan, Yogjakarta : LKiS.
Published
2019-06-04
How to Cite
KHOTIMAH, Khusnul; AHMAD, Maghfur. Dari Sakral Ke Profan: Pergeseran Budaya Perceraian di Kabupaten Cilacap. MUWAZAH, [S.l.], v. 11, n. 1, p. 83-100, june 2019. ISSN 2502-5368. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/Muwazah/article/view/1893>. Date accessed: 09 mar. 2019. doi: https://doi.org/10.28918/muwazah.v11i1.1893.
Section
Artikel