Fatwa as a Tool of Social Engineering: The Study of Fatwa of Tarjih Muhammadiyah

  • Mohammad Hasan Bisyri IAIN Pekalongan

Abstract

This article discusses the function of fatwa, specifically the Tarjih Fatwa in the field of family law. So far, Islamic law is still considered not dynamic and is still limited to only one legal function, which is nahi munkar (social control) yet the function of amar makruf (social engineering) which emphasizes the suggestion to perform good deeds in a general and practical sense is still not optimal. This results in the impression that Islamic law seems to lose its relevance. This article aims to explain the function of Tarjih's fatwa for the community. The study in this article is a literature review using a sociological approach. The results indicated that the law (fatwa) is no longer considered as an independent variable that is separated from other elements, but is a dependent variable, as are social norms and other cultural identities. Tarjih fatwa is aimed at directing society to the desired goals, eliminating inappropriate habits, and creating new patterns of behavior. In other words, the function of Tarjih Fatwa can be used as a means of manipulating society (law as a tool of social engineering). 

References

Ali, M. (2015). The Muhammadiyah’s 47th Congress and “Islam Berkemajuan”. Studia Islamika , 22 (2), 377-386.

Alnizar, F. (2019). Pretext for Religious Violence in Indonesia: An Anthropolinguistic Analysis. Studia Islamika , 26 (3), 417-444.

Amiruddin, & Asikin, Z. (2008). Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Anwar, S. (2007). Studi Hukum Islam Kontemporer. Jakarta: RM Books.

Asjmuni, A. R., dkk. (1985). Majelis Tarjih Muhammadiyah (Suatu Studi tentang Sistem dan Metode Penentuan Hukum). Yogyakarta: Lembaga Research dan Survey IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Basyir, A. A. (2004). Hukum Perkawinan Islam. Yogyakarta: UII Press.

Berita Resmi Muhammadiyah (BRM,) no.Khusus Tanfidz Keputusan Muktamar Tarjih XXII: 47.

Berita Resmi Muhammadiyah, no. 02/2002, edisi Dzulhijjah 1422 H/Maret 2002 M.

Berita Resmi Muhammadiyah, no. 01/2000-2005.

Berita Resmi Muhammadiyah, no. 02/2010-2015 Rabiul Awal 1432 H/Februari 2011 M tentang Majelis dan Lembaga Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 2010-2015.

Bukhari. (1345 H). Saḥīḥ Bukhāri.Mesir: Dār al-Musṭafa al-Bāb al-Ḥalabi wa Aulāduh.

Burhani, A. N. (2018). Pluralism, Liberalism and Islamism: Religious Outlook of Muhammadiyah. Studia Islamika , 25 (3), 433.

Darmodihardjo, D & Shidarta. (1999). Pokok-pokok Filsafat Hukum. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Direktorat Agama Islam R.I. Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam. (T.t). Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: t.p.

Djamil, F. (1995). Metode Ijtihad Majlis Tarjih Muhammadiyah. Jakarta: Logos.

Fathurrahman SW, O. (2000). Laporan Hasil Penelitian. Fatwa-fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah: Telaah Metodologis melalui Pendekatan Ushul Fiqh. IAIN Sunan Kalijaga.

Fauzi, N. A., & Ayub. (2019). Fikih informasi: Muhammadiyah’s perspective on guidance in using social media. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies , 9 (2), 267-293.

Foster. (1973). Applied Anthroplogy. University of California Berkeley: Little Brown and Company.

Hasyim, S. (2019). Religious Pluralism Revisited: Discursive Patterns of the Ulama Fatwa. Studia Islamika , 26 (3), 475-509.

Jamaa, L. (2018). Fatwas of the Indonesian council of ulama and its contributions to the development of contemporary Islamic law in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies , 8 (1), 29-56.

Jauziyyah, I. Q. (T.t.). I‘lām al-Muwaqqi‘īn. Beirut: Dār al-Fikr.

Ka’bah, R. (1999). Hukum Islam di Indonesia: Perspektif Muhammadiyah dan NU. Jakarta: Universitas Yarsi Jakarta.

Lukito, R. (2008a). Hukum Sakral dan Hukum Sekuler, Studi tentang Konflik dan Resolusi dalam Sistem Hukum Indonesia. Jakarta: Pustaka Alvabet.

Lukito, R. (2008b). Hukum Islam dan Realitas Sosial. Yogyakarta: Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga.

Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (T.t.).Himpunan Putusan Majelis Tarjih Muhammadiyah. Yogyakarta: Pimpian Pusat Muhammadiyah.

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (2010). Buku Agenda Musyawarah Nasional ke-27 Tarjih Muhammadiyah. Yogyakarta: t.p.

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.(2006). Keputusan Musyawarah Nasional XXV Tarjih Muhammadiyah. Jakarta: t.p.

Mu’allim, A & Yusdani. (2004). Ijtihad dan Legislasi Muslim Kontemporer. Yogyakarta: UII Press.

Mubarok, J. (2002). Modifikasi Hukum Islam: Studi tentang Qawl Qadim dan Qawl Jadid. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Nasih, A. (T.t.). Kajian Fiqih Sosial Dalam Bahtsul Masail: Studi Kasus Pondok Pesantren (PP) Lirboyo Kediri. t.tp.: t.p.

Nuruddin, A & Taringan, A. A. (2004). Hukum Perdata Islam di Indonesia, Studi Kritis Perkembangan Hukum Islam Dari Fikih, UU. No. 1/1974 sampai KHI. Jakarta: Kencana.

Praja, J. S. (1991). Pengantar dalam Djatnika, R. dkk. Hukum Islam di Indonesia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Qazwinī, A. A. M. Y. (1417 H/1997 M). Ṣaḥīḥ Sunan Ibn Mājah. jilid II. .Riyāḍ: Maktabah al-Ma‘ārif li an-Nasyr wa at-Tauzī‘.

Rahardjo, S. (1996). Ilmu Hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Abadi.

Rasjidi, L. (1990). Dasar-dasar Filsafat Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Rosyadi, I. (2011). Disertasi. Maslahah Mursalah: Kajian Fatwa-fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah. UIN Sunan Kalijaga.

Samsuri & Nurhayati, I. (2006). Kajian Tematis Keputusan-Keputusan Majelis Tarjih Muhammadiyah Tentang Perempuan. Millah. 5 (2). 243-259.

Shihab, M. Q. (2003). Era Baru, Fatwa Baru dalam Hooker. Islam Mazhab Indonesia: Fatwa-fatwa dan Perubahan Sosial. terj. Iding R. H. Jakarta: Teraju.

Syāṭibī, al-. (T.t.). al-Muwāfaqāt fi Uṣūl al-Ahkām. juz IV. t.tp.: Dār al-Fikr.

Ṭabarī, aṭ-. (T.t.). Tārīkh ar-Rusul wa al-Muluk.Juz II. Kairo: Dār al-Ma‘ārif.

Tim Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (2003). Fatwa-fatwa Tarjih: Tanya Jawab Agama Islam. jilid I. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Tim Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (2003). Fatwa-fatwa Tarjih: Tanya Jawab Agama. jilid II. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Tim Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (T.t). Fatwa-fatwa Tarjih: Tanya Jawab Agama. jilid III. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Tim Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.. (2003). Fatwa-fatwa Tarjih: Tanya Jawab Agama. jilid IV. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Tim Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.. (2007). Fatwa-fatwa Tarjih: Tanya Jawab Agama. jilid V. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Wahid, M & Rumadi. (2001). Fikih Mazhab Negara. Yogyakarta: LkiS.

Wahjono, P. (1996). Budaya Hukum Islam dalam Perspektif Pembentukan Hukum di Masa Datang dalam Ahmad, A. dkk., Dimensi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional: Mengenang 65 Tahun Prof. DR. H. Bustanul Arifin. Jakarta: Gema Insani Press.

Wardana, A., & Hidayat, S. (2019). The Multiplicity of Muhammadiyah’s Political Engagement in Indonesia’s DPD Election. Studia Islamika , 26 (1), 75-111.

Wirutomo, P. (1995). Pokok-pokok Pikiran dalam Sosiologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Vago, S. (1986). Law and Society. New Jersey: Prentice Hall Englewood Cliff.

Zahrah, M. A. (T.t). Ibn Taimiyah: Hayātuh wa ‘Aṣruh Arāuh wa Fiqhuh.Kairo: Dār al-Fikr al-‘Arabī.

Zein, S. E. M. (2004). Problematika Hukum Keluarga Islam Kontemporer: Analisis Yurisprudensi dengan Pendekatan Ushuliyah. Jakarta: Kencana.

Zuhdi, S. (2012). Thesis. Pandangan dan Pemahaman Warga Muhammadiyah Desa Mranggen Terhadap Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah No. 6/ SM/MTT/III/2010 Tentang Hukum Merokok dan Latar Belakangnya. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Published
2020-12-16
How to Cite
BISYRI, Mohammad Hasan. Fatwa as a Tool of Social Engineering: The Study of Fatwa of Tarjih Muhammadiyah. JURNAL PENELITIAN, [S.l.], p. 131-144, dec. 2020. ISSN 2541-6944. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/Penelitian/article/view/2986>. Date accessed: 03 mar. 2021. doi: https://doi.org/10.28918/jupe.v17i2.2986.
Section
Artikel