KOSMOLOGI JAWA SEBAGAI LANDASAN FILOSOFIS ETIKA LINGKUNGAN

  • Tri Astutik Haryati IAIN Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membangun landasan filosofis etika lingkungan melalui  kosmologi Jawa dengan pendekatan filsafat. Fokus kajian diarahkan pada pandangan kosmologi Jawa untuk menemukan argumentasi filosofis landasan etika lingkungan. Pandangan kosmologi Jawa secara ontologis mengajarkan relasi antara manusia dan alam berbasis kesatuan eksistensi (manunggaling kawula gusti) sehingga dapat mengisi kekosongan kosmologi positivistik-antoposentris dalam mentalitas pencerahan. Secara epistemologis, berbasis rasa yang merupakan sistematisasi pengalaman manusia dalam menjalani kehidupan dan mampu mengantarkannya pada pengetahuan tentang Tuhan pencipta alam. Secara aksiologis bermuara pada harmoni in nature, sebuah sikap apresiatif terhadap alam yang merefleksikan ditiadakannya jurang pemisah antara subjek dan objek. Refleksi tersebut memungkinkan dilaksanakannya norma yang dijadikan pedoman berperilaku dan tuntutan kebutuhan praktis sejalan dengan dimensi etis-antropologis. Dengan demikian diharapkan dapat merubah cara pandang manusia terhadap alam dan memiliki kontribusi bagi pengembangan etika lingkungan untuk merespon problem kerusakan lingkungan baik dalam skala lokal maupun global.

References

Abdillah, Mujiyono, 2001, Agama Ramah Lingkungan, Jakarta: Paramadina.
Abdillah, Mujiyono, 2014, Etika Konservasi Islam: Panduan Gaya Hidup Lestari Islami, Semarang: IsDB & IAIN Walisongo.
Aizid, Rizem, Islam Abangan & Kehidupannya Seluk-Beluk Islam Abangan, Yogyakarta: DIPTA.
Al-Razi, Abi Bakar, 1978, Al-Thibb Al-Rūhāny, Kairo: Maktabah al-Nahdhah al-Masyriyah.
Al-Razi, Muhammad Fahruddin, 1401, Mafātih al-Gaib, Juz 1, Beirut: Dār al-Fikr.
Asy’arie, Musa, 1999, Filsafat Islam Sunnah Nabi dalam Berpikir, Yogyakarta: LESFI.
Backer, Anton & Achmad Charris Zubair, 1990, Metodologi Penelitian Filsafat, Yogyakarta: Kanisius.
Bastomi, Suwaji, 1995, Seni dan Budaya Jawa, Semarang: IKIP Semarang Press.
Bateson, Gregory, 1940, “Step to an Ecology of Mind: Experiment in Thinking About Observed Ethnological Material” dalam Philosophy of Science. 8/1 (April), 73-87.
Callicott, J. Baird, dalam Tucker, Mary Evelyn & John A.Grim (Ed), 2003, “Menuju Suatu Etika Lingkungan” dalam Agama, Filsafat, dan Lingkungan Hidup, diterjemahkan oleh P. Hardono Hadi, dari Wolrdview and Ecology: Religion, Philosophy, and the Environment, Yogyakarta: Kanisius, 29-40.
Cox, Harvey, 1987, The Secular City, New York: Macmillan Publishing.
Departemen Agama RI, 1993, Al-Qur’an dan Terjemahnya.Surya Citra Aksara.
Diamond, Jared, 2005, ”Collapse”, dalam Skeptic, 11/3, 36-42.
Evanoff, Richard, 2005, ”Reconciling Self, Society, and Nature in Environmental Ethics”, dalam Capitalism Nature Socialism, 16/3 (September), 107-108.
Geertz, Clifford, 2013, Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi, diterjemahkan oleh Aswab Mahasin & Bur Rasuanto, dari The Religion of Java, Depok: Komunitas Bambu.
Gore, Albert, 1993, “Earth in Balance: Ecology and the Human Spirit” dalam Journal of Leisure Research, 25/2, 218-225.
Hamesrma, Harry, 1981, Pintu Masuk ke Dunia Filsafat. Yogyakarata: Kanisius.
Hardin, Garret, 1998, “Extentions of: The Tragedy of the Commons” dalam Science. 280/5364 (Mei), 682-683.
Hazm, Ibnu, 1987, Rasāil Ibnu Hazm al-Andalūsy, Juz 1, Beirut: Dār al-Faris.
Hazm, Ibnu, tt, Al-Akhlāq wa Al-Taisīr, Riyadh: Dār Ibnu Hazm.
Herusatoto, Budiono, 2011, Mitologi Jawa, Depok: ONCOR Semesta Ilmu.
K. Bertens, 2011, Etika, Yogyakarta: Kanisius.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. “Moral dan Etika”, diunduh tanggal 22 April 2014 dari http://kbbi/web.id/etika, http://kbbi.web.id/moral.
Kartodirjo, Sartono, dkk, 1987, Perkembangan Peradaban Priyayi, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Kattsoff, Louis O, 1992, Pengantar Filsafat, diterjemahkan oleh Soejono Soemargono, dari Elements of Philosophy, Yogyakarta: Tiara Wacana.
L. Pals, Daniel (Ed). 1996. Seven Teories of Religion. New York: Oxford University Press.
Madjid, Nurcholish, 1992, Islam Doktrin dan Peradaban, Jakarta: Paramadina.
Magnis-Suseno, Franz, 1987, Etika Dasar Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral,Yogyakarta: Kanisius.
Magnis-Suseno, Franz, 1994, Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Magnis-Suseno, Franz. 1993. Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia.
Mahadewa, Soemodidjojo, 1980, Kitab Pimbon Bataljemur Adammakna, Ngayogyakarta Hadiningrat.
Martin, Ronald J, 1989, A Reinterpretation of Paul W. Taylor’s Theory of Environmental Ethics Based on Respect for Species, (Thesis-tidak diterbitkan), Los Angeles: University of California.
Marx, Karl, 1970, Critique of Hegel’s ‘Philosophy of Right’. Oxford University Press.
Metzner, Ralp, dalam Tucker, Mary Evelyn & John A.Grim (Ed), 2003, “Pandangan Dunia Ekologis yang Sedang Muncul”, dalam Agama, Filsafat, dan Lingkungan Hidup, diterjemahkan oleh P. Hardono Hadi, dari Wolrdview and Ecology: Religion, Philosophy, and the Environment, Yogyakarta: Kanisius, 205-216.
Miskawaih, Ibnu, 1968, The Refinement of Character, diterjemahkan oleh Constantine K Zurayk, dari Tahzib al-Akhlāq, Beirut: American University of Beirut.
Mulder, Niels, 1996, Pribadi dan Masyarakat Jawa, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Nasr, Seyyed Hossein, 1983, Islam dan Nestapa Manusia Modern, diterjemahkan oleh Anas Mahyuddin, dari Islam and the Plight of Modern Man, Bandung: Pustaka.
Nasr, Seyyed Hossein, 1989, Knowledge and The Sacred, New York: State University of new York Press.
Nasr, Seyyed Hossein, 2002, “Kosmos dan Tatanan alam” dalam Seyyed Hossein Nasr (Ed), Ensiklopedi Tematis Spiritualitas Islam, diterjemahkan oleh Rahmani Astuti, dari Islamic spirituality Foundation, Bandung: Mizan.
Nasr, Seyyed Hossein, 2002, The Heart of Islam Enduring Values for Humanity, New York: Bethesda Maryland.
Nasr, Seyyed Hossein, 2009, Islam In The Modern World, HarperCollins: e-Books.
Nasution, Harun, 1992, Falsafat dan Mistisisme dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang.
Nurani, Shinta, 2017, “Hermeneutika Qur’an Ekofemins: Upaya Mewujudkan Etika Ekologi Al-Qur’an yang Berwawasan Gender, dalam Jurnal Religia, 20/1, 19-32.
Nurmandansyah, Eko, 2014, “Eco-Philosophy dan Implikasinya dalam Politik Hukum Lingkungan di Indonesia”, dalam Journal of Philosophy and Religion Melintas, 30/1, 70-104.
Rasmussen, Larry L, dalam Tucker, Mary Evelyn & John A.Grim (Ed), 2003, “Kosmologi dan Etika”, dalam Agama, Filsafat, dan Lingkungan Hidup, diterjemahkan oleh P. Hardono Hadi, dari Wolrdview and Ecology: Religion, Philosophy, and the Environment, Yogyakarta: Kanisius, 217-226.
Rice, Gillian, 2006, “Pro-environmental Behavior in Egypt: Is There a Role for Islamic Environmental Ethics?” dalam Journal of Business Ethics, 65, 373-390.
Robertson, James, 2008, The Sane Alternative A Choice of Futures, England: The Old Bakehouse.
Roth, John K, 2003, Persoalan-persoalan Filsafat Agama, diterjemahkan oleh Ali Noer Zaman, dari The Problems of Contemporary Philosophy of Religion, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
S. Pitana, Titis, 2007, “Reproduksi Simbolik Arsitektur Tradisional Jawa: Memahami Ruang Hidup Material Manusia Jawa”, dalam Jurnal Gema Teknik, 2 (Juli)/X, 126-133.
Santoso, Imam Budhi, 2012, Spiritualisme Jawa: Sejarah, Laku, dan Intisari Ajaran, Yogyakarta: Memayu Publishing.
Sastrawijaya, A. Tresna, 2000, Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.
Session, George, dalam Tucker, Mary Evelyn & John A.Grim (Ed), 2003, “Ekologi-Dalam sebagai Pandangan Dunia”, dalam Agama, Filsafat, dan Lingkungan Hidup, diterjemahkan oleh P. Hardono Hadi, dari Wolrdview and Ecology: Religion, Philosophy, and the Environment, Yogyakarta: Kanisius, 261-286.
Steven N (Ed), 2008, ”Tragedy of the Commons”, dalam The New Palgrave Dictionary of Economic Online, Edisi 2, http://www.dictionaryofeconomics.com/article?id.
Sugiharto, I. Bambang, 1996, Postmodernisme Tantangan bagi Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.
Suwito NS, 2001, Eko-Sufisme: Konsep, Strategi, Dampak, Purwokerto: STAIN Press.
Suyono, Capt. RP, 2009, Dunia Mistik Orang Jawa: Roh, Ritual, Benda Magis, Yogyakarta: LkiS.
Syarif, MM.(Ed), 1994, Para Filosof Muslim, diterjemahkan oleh Ilyas Hasan, dari History of Muslim Philosophy, Bandung: Mizan.
Toffler, Alvin, 1972, Future Sock, New York: Bantam Books.
Tucker, Mary Evelyn & John A. Grim, 2001, ”Introduction: The Emerging Alliance of World Religions and Ecology”, dalam Jurnal Daedalus,130/4, 1-22.
Tucker, Mary Evelyn & John A. Grim, 2005, ”The Emerging Alliance of Religion and Ecology”, dalam Jurnal Tikkun, 20/1 (Januari-Februari), 26.
Tucker, Mary Evelyn & John A.Grim (Ed), 2003, Agama, Filsafat, dan Lingkungan Hidup, diterjemahkan oleh P. Hardono Hadi, dari Wolrdview and Ecology: Religion, Philosophy, and the Environment, Yogyakarta: Kanisius, 7-10.
Wei-Ming, Tu dalam Tucker, Mary Evelyn & John A.Grim (Ed), 2003, “Melampaui Batas Mentalitas Pencerahan”, dalam Agama, Filsafat, dan Lingkungan Hidup, diterjemahkan oleh P. Hardono Hadi, dari Wolrdview and Ecology: Religion, Philosophy, and the Environment, Yogyakarta: Kanisius, 15-28.
White Jr, Lynn, 1967, “The Historical Roots of Our Ecological Crisis” dalam Jurnal Science, 155/3767 (Maret), 1203-1207.
Wisnumurti, Rangkai, 2012, Sangkan Paraning Dumadi Konsep Kelahiran dan kematian Orang Jawa, Yogyakarta: DIVA Press.
Wood, Jr , Harold W, 1985, “Modern Pantheism as an Approach to Environmental Ethics” dalam Jurnal Environmental Ethics, 7/2 (Summer), 151-163.
Published
2018-02-19
How to Cite
HARYATI, Tri Astutik. KOSMOLOGI JAWA SEBAGAI LANDASAN FILOSOFIS ETIKA LINGKUNGAN. RELIGIA, [S.l.], p. 174-189, feb. 2018. ISSN 2527-5992. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/Religia/article/view/1026>. Date accessed: 15 feb. 2019. doi: https://doi.org/10.28918/religia.v20i2.1026.
Section
Artikel