DAKWAH DAN DIALEKTIKA AKULTURASI BUDAYA

  • Muhammad Harfin Zuhdi

Abstract

Dakwah para penyebar Islam awal ke Nusantara telah menunjukkan akomodasi yang kuat terhadap tradisi lokalĀ  masyarakat setempat. Sehingga Islam datang bukan sebagai ancaman, melainkan sahabat yang memainkan peran penting dalam transformasi kebudayaan. Hal ini menunjukkan bahwa karakter Islam Indonesia yang berdialog dengan tradisi masyarakat sesungguhnya dibawa oleh para mubaligh India dalam penyebaran Islam awal di Indonesia yang bersikap akomodatif terhadap tradisi masyarakat atau kultur masyarakat setempat ketimbang mubaligh Arab yang puritan untuk memberantas praktik-praktik lokal masyarakat. Karakter Islam yang dibawa orang-orang India inilah yang diteruskan Walisongo dalam dakwahnya di Jawa. Proses dialog Islam dengan tradisi masyarakat diwujudkan dalam mekanisme proses kultural dalam menghadapi negosiasi lokal. Perpaduan antara Islam dengan tradisi masyarakat ini adalah sebuah kekayaan tafsir lokal agar Islam tidak tampil hampa terhadap realitas yang sesungguhnya. Islam tidak harus dipersepsikan sebagai Islam yang ada di Arab, tetapi Islam mesti berdialog dengan tradisi lokal masyarakat setempat
Published
2017-10-03
How to Cite
ZUHDI, Muhammad Harfin. DAKWAH DAN DIALEKTIKA AKULTURASI BUDAYA. RELIGIA, [S.l.], oct. 2017. ISSN 2527-5992. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/Religia/article/view/122>. Date accessed: 05 june 2020. doi: https://doi.org/10.28918/religia.v15i1.122.
Section
Artikel

Keywords

tradisi lokal, Pribumisasi Islam, walisongo