YAUMIDDIN DALAM PERSPEKTIF TEORI HERMENEUTIKA EMILIO BETTI

  • hendri hermawan adinugraha Universitas Dian Nuswantoro

Abstract

Abstrak: Paper ini menggunakan pendekatan kajian pustaka yang bersumber dari buku, jurnal, dan literatur lainnya yang masih ada relevansinya dengan topik ini. Tujuan dari paper ini ialah berusaha untuk menginterprestasikan kata yaumuddin dalam QS. Al-Fatihah: 4 dipandang dari teori hermeneutika Emilio Betti. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa menurut Emilio Betti kajian terhadap teks erat kaitannya dengan kegiatan interpretasi meaning yang terkandung di dalam teks tersebut. Meaning senantiasa merujuk pada objektifitas pemikiran sang penafsir. Oleh karenanya, interpretasi teks hendaknya bersifat gerakan penafsiran yang melibatkan aspek kebahasaan, latar belakang historis dan pengenalan terhadap si pengarang secara bersama-sama. Metode hermeneutika Betti lebih menekankan pada rekonstruksi makna berbekal cakrawala intelektual penafsir (subjek) menggunakan model interprestasi reproduktif. Berdasarkan teori Betti tersebut, teks yaumiddin pada QS. Al-Fatihah: 4 berarti hari ditiupnya sangsakala, dimana hari yang tidak seorang pun dapat membela orang lain, sehingga hari itu dinamakan juga sebagai hari keputusan dan hari pembalasan oleh Allah SWT.Kata Kunci: Emilio Betti, Objektifitas, Rekonstruksi, dan Reproduktif.Abstract: This paper uses lierature research approach which sourced from books, journals, and other literature that still have relevance to this topic. This paper seeks to interpret the word “yaumiddin” in QS. Al-Fatihah: 4 from the perspective of Emilio Betti hermeneutic theory. The results of study showed that in a perspective of Betti the text closely related to the activities of interpretation of the meaning contained in the text. Meaning always refers to the objectivity of the interpreter thought. Therefore, the interpretation of the text should be the movement of interpretation that involves linguistic aspects, historical background and introduction to the author together. Betti hermeneutical method is more emphasis on the reconstruction of the intellectual horizons of meaning armed interpreter (subject) using a model of reproductive interpretation. Based on Betti theory that text “yaumiddin” on QS. Al-Fatihah: 4 means the day he blew the trumpet, where the day that no one can defend someone else, so the day was named as well as the decisions and the Day of Judgment by Allah SWT.Keywords: Emilio Betti, Objectivity, Reconstructive and Reproductive.

Author Biography

hendri hermawan adinugraha, Universitas Dian Nuswantoro
FEB UDINUS
Published
2018-01-16
How to Cite
ADINUGRAHA, hendri hermawan. YAUMIDDIN DALAM PERSPEKTIF TEORI HERMENEUTIKA EMILIO BETTI. RELIGIA, [S.l.], p. 111-127, jan. 2018. ISSN 2527-5992. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/Religia/article/view/818>. Date accessed: 16 dec. 2018. doi: https://doi.org/10.28918/religia.v20i2.818.
Section
Artikel

Keywords

Emilio Betti, Objectivity, Reconstructive and Reproductive.