Taukil Wali Nikah Menurut KH. Ahmad Rifa’i dan Penerapannya di Kalangan Jama’ah Rifa’iyah Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan

  • hukkam journal
  • Abdul Subhan Institut Agama Islam Negeri Pekalongan
  • Makrum Kholil Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Abstract

Paper ini mengkaji Taukil Wali Nikah Menurut KH. Ahmad Rifa’i dan Penerapannya di Kalangan jama’ah Rifa’iyah Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Seperti apa pendapat KH. Ahmad Rifa’i  tentang taukil wali nikah dan bagaimana pelaksanaan  pendapat  KH. Ahmad Rifa’i  tentang taukil wali nikah dikalangan jama’ah Rifai’yah Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah library research/penelitian pustaka, yaitu  suatu   upaya   untuk   mengumpulkan  data dengan jalan membaca, menelaah kitab karya KH. Ahmad Rifa’i dan kitab-kitab lain yang  ada  relevansinya dengan penyusunan skripsi  ini, dan  ditambah  data pendukung di lapangan. Menurut pendapat KH. Ahmad Rifa’i, ketika seorang perempuan tidak mempunyai wali nikah, maka ia boleh tahkim, yaitu menyerahkan perwaliannya kepada orang yang ‘alim ‘adil untuk menikahkan dirinya meskipun di situ ada hakim. Sosok  orang  ‘alim  ‘adil sangatlah bagi  seseorang yang akan menjadi wali nikah. Hakim-hakim yang ada pada masa KH. Ahmad Rifa’i dinilai adalah orang-orang fasik, karena menjadi antek-antek penjajah Belanda. Jama’ah Rifai’yah Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan sampai sekarang masih menerapkan akad nikah dengan wali tahkim.
Published
2021-04-09
How to Cite
JOURNAL, hukkam; SUBHAN, Abdul; KHOLIL, Makrum. Taukil Wali Nikah Menurut KH. Ahmad Rifa’i dan Penerapannya di Kalangan Jama’ah Rifa’iyah Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Al-Hukkam: Journal of Islamic Family Law, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 23-36, apr. 2021. ISSN 2798-8759. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/al-hukkam/article/view/4138>. Date accessed: 18 oct. 2021.
Section
Articles