Model Pendidikan Karakter Melalui Homestay Di SDIT Cahaya Bangsa Semarang

  • Fihris Fihris

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang menggambarkan sebuah fenomena atau kegiatan yang dilakukan di SDIT Cahaya Bangsa Mijen Semarang dalam membentuk karakter siswa-siswanya, kegiatan ini disebut Homestay. Homestay adalah kegiatan yang awalnya terinspirasi oleh acara televisi berjudul "If I'm Being" yang menempatkan anak-anak di rumah selama beberapa hari dan wajib mengikuti semua pekerjaan yang dilakukan tuan tanah atau tuan rumah (bertani, berkebun dan lainnya) dalam rangka untuk melatih mereka menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Program Homestay dapat dikategorikan sebagai pendidikan karakter melalui pembiasaan diri dan pengkondisian. Pembiasaan diri dan pengondisian adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah. Kegiatan pembiasaan diri dan pengkondisian diri adalah upaya untuk membentuk karakter termasuk kepribadian peserta didik yang dibuat melalui pengalaman hidup siswa sendiri di tempat atau lokasi Homestay. Dalam kegiatan ini, siswa diharapkan untuk tinggal selama 3 hari dan hidup sesuai dengan kehidupan induk semangnya, baik sebagai petani, pedagang dan lain-lain. Kemudian selama 24 jam siswa diharapkan untuk melakukan ritual dan kegiatan yang membutuhkan sikap kebersamaan dan saling membantu di antara siswa untuk membantu. Jadi siswa harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang akan sangat berbeda dari tempat tinggal dan kebiasaan.
Published
2018-12-12
How to Cite
FIHRIS, Fihris. Model Pendidikan Karakter Melalui Homestay Di SDIT Cahaya Bangsa Semarang. Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 128-146, dec. 2018. ISSN 2548-5822. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/edukasiaislamika/article/view/1577>. Date accessed: 21 apr. 2019. doi: https://doi.org/10.28918/jei.v3i2.1577.
Section
Articles