Akal Bertingkat Ibnu Sina dan Taksonomi Bloom dalam Pendidikan Islam Perspektif Neurosains

  • Kharisma Noor Latifatul Mahmudah Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
  • Suyadi Suyadi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep akal bertingkat Ibnu Sina dan korelasinya dengan Taksonomi Bloom dalam pendidikan Islam perspektif neurosains. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif jenis kepustakaan (library research). Sumber data penelitian ini adalah literature di bidang pendidikan Islam khususnya akal bertingkat Ibnu Sina, Taksonomi Bloom, dan neurosains. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri referensi terkait, baik secara manual maupun digital. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi (content analysis), baik pada reduksi data, penyajian data, hingga menjadi kontruksi konsep baru yang utuh dan fresh. Temuan ini berbeda karena terdapat interdisipliner ilmu antara pendidikan Islam dan neurosains serta korelasi akal bertingkat Ibnu Sina dengan Taksonomi Bloom. Hierarki akal Ibnu Sina mengajarkan tahapan berpikir dari yang empiris, teoretis, filosofis hingga metafisis atau dari rasional hingga suprarasional. Sedangkan Taksonomi Bloom berisi level-level berpikir dari yang rendah menuju yang tinggi pada level empiris hingga teoretis dan filosofis. Oleh karena itu, akal bertingkat Ibnu Sina dapat menjadi tawaran alternatif baru taksonomi pembelajaran pendidikan Islam yang yang lebih potensial dan relevan dengan kinerja otak dalam neurosains.

References

Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2015). Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen Revisi Taksonomi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arifin, M. (2008). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Asti, F. N. (2018). Konsep Aql dalam Alquran dan Neurosains. Nazhruna. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2).

Bloom, B. S. (1979). Taksonomy of Educational Objetives. Longman Group Ltd.

Dahlan M. (2003). Kamus Induk Istilah Ilmiah. Target Press.

Dwinanto, Hamdy, R., & Zuhermandi. (2015). Upaya Menumbuhkan Motivasi Berkreasi Melalui Pembelajaran Olahraga Futsal Pada Siswa Kelas VIIA SMP N 2 Nanga Pinoh. Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi, 2(1), 63–73.

Glasse, C. (2000). Ensiklopedia Islam Ringkas. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Gunawan, I. dan A. R. P. (2016). Taksonomi Bloom-Revisi Ranah Kognitif Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran. Pengajaran, Pengajar dan Penilaian. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 2(02).

Hamalik, O. (2015). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Handayani, A. B., & Suyadi, S. (2019). Relevansi Konsep Akal Bertingkat Ibnu Sina dalam Pendidikan Islam di Era Milenial. In Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam (Vol. 8, Issue 2). https://doi.org/10.32832/TADIBUNA.V8I2.2034

Herwansyah. (2017). Pemikiran Filsafat Ibnu Sina (Filsafat Emanasi, Jiwa dan Wujud. Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam: El-Fikr, 1(1).

Husin, U. A. (1961). Filsafat Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Inanti, S. (2003). Ibnu Sina” dalam Ensiklopedia Tematis Filsafat Islam. (Editor: Sayyed Hossen Naser dan Oliver leaman (Ed.)). Bandung: Mizan.

Kurniawan, S., & Mahrus, E. (2011). Jejak Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam. Yogyakarta: Ar Ruzz Media.

Madjid, N. (1984). Khazanah Intelektual Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Nasution, H. (2000). Akal dan Wahyu dalam Islam. Jakarta: UI Press.

Nata, A. (2001). Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Nata, A. (2004). Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Nurtanto, M., & Sofyan, H. (2015). Implementasi Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil belajar Kognitif, Psikomotorik, dan Afektif Siswa di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 5(3), 352–364.

Pasiak, T. (n.d.). Model Penjelasan Spiritualitas Dalam Konteks Neurosains (Disertasi, UIN Sunan Kalijaga).

Pasiak, T. (2004). Revolusi IQ/EQ/SQ: antara neurosains dan al-Quran.Bandung: Mizan Media Utama.

Pasiak, T. (2012). Pendidikan Karakter Sebagai Pendidikan Otak. In Mengatasi Masalah Narkoba dengan Welas Asih. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Pasiak, T. (2016). Tuhan Dalam Otak Manusia : Mewujudkan Kesehatan Spiritual Berdasarkan Neurosains. Bandung: Mizan.

Putra, A. T. A. (2015). Pemikiran Filosofis Pendidikan Ibnu Sina dan Implikasinya pada Pendidikan Islam Kontemporer. Literasi, 6(2), 191–201.

Rasyid, I. (2019). Konsep Pendidikan Ibnu Sina tentang Tujuan Pendidikan, kurikulum, Metode Pembelajaran, dan Guru. EKSPOSE: Jurnal Penelitian Hukum Dan Pendidikan, 18(1).

Ridwan. (2018). Pendidikan Islam dan Teknologi Digital Serta Efektivitasnya dalam Mendukung Teori Taxonomy Bloom. FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan Dan Manajemen Islam, 7(1).

Rohman, M. (2013). Konsep Pendidikan Islam Menurut Ibnu Sina dan Relevansinya dengan Pendidikan Modern. Episteme, 8(2).

Salim, P., & Salim, Y. (2002). Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: Modern English Press.

Santrock, J. W. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta.

Suyadi, Sumaryati, Dwi Hastuti, Desfa Yusmaliana, R. D. R. M. (2019). Constitutional Piety: The Integration of Anti-Corruption Education into Islamic Religious Learning Based on Neuroscience. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 38–46. https://doi.org/10.18860/jpai.v6i1.8307

Suyadi. (2012a). Integrasi Pendidikan Islam dan Neurosains dan Implikasinya bagi Pendidikan Dasar (PGMI). Al-Bidayah4, no.1, 111.

Suyadi. (2012b). Model Pendidikan Karakter dalam Konteks Neurosains. Proceeding Seminar Nasional, Prodi PGMI.

Suyadi. (2016). Teori Pembelajaran Anak usia Dini Dalam Kajian Neurosains. Remaja Rosdakarya.http://www.bukukita.com/Orang-Tua-dan-Keluarga/Psikologi-&-Pendidikan-Anak/129444-Teori-Pembelajaran-Anak-usia-Dini-Dalam-Kajian-Neurosains.html

Suyadi. (2018a). Diferensiasi Otak Laki-laki dan Perempuan Guru Taman Kanak-kanak Aisyiyah Nyai Ahmad Dahlan Yogyakarta: Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Perspektif Gender dan Neurosains. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 13(2), 179–202.

Suyadi. (2018b). Kisah (Storytelling) Pada Pembelajaran Anak Usia Dini Dalam Kajian Neurosains Pendidikan Islam. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 18(1), 52–74.

Suyadi. (2018c). Pendidikan Islam Anak Usia Dini Dalam Perspektif Neurosains: Robotik Akademik Dan Saintifik. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 13(2), 231–262. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21043/edukasia.v13i2.3255

Suyadi. (2018d). Rekonstruksi Filsafat Tarbiyah: Telaah Atas Pemikiran Abbas Mahjub. Tajdidukasi: Jurnal Penelitian Dan Kajian Pendidikan, 8(2).

Suyadi. (2019). Hybridization of Islamic Education and Neuroscience: Transdisciplinary Studies of ’Aql in the Quran and the Brain in Neuroscience. Dinamika Ilmu, 19(2), 237–249. https://doi.org/doi: http://doi.org/10.21093/di.v19i2.1601

Syarifah, A. (2016). Pengaruh Ingatan dan Kemampuan Berpikir Kritis terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Psikologi, 5(2), 289–310.

Tjitrosoepomo, G. (2005). Taksonomi Umum. Yogyakarta: UGM Press.

Wathon, A. (2016). Neurosains Dalam Pendidikan. Jurnal Lentera: Kajian Keagamaan, Keilmuan, dan Teknologi, 1(2), 284–294.

Yusri, N. bin M. (2010). Konsep Akal (Suatu Analisis terhadap Pemikiran Al-Farabi dan Ibnu Sina). Substansia, 12(1), 381–398.
Published
2020-06-30
How to Cite
MAHMUDAH, Kharisma Noor Latifatul; SUYADI, Suyadi. Akal Bertingkat Ibnu Sina dan Taksonomi Bloom dalam Pendidikan Islam Perspektif Neurosains. Edukasia Islamika, [S.l.], p. 121-138, june 2020. ISSN 2548-5822. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/edukasiaislamika/article/view/2432>. Date accessed: 21 oct. 2020. doi: https://doi.org/10.28918/jei.v5i1.2432.
Section
Articles