PANDANGAN T.M HASBI AS-SHIDDIEQY TENTANG HUKUM RAJAM DAN RELEVANSINYA DENGAN MASA SEKARANG

  • Teti Hadiati

Abstract

Hukum rajam menurut Hasbi adalah bukan hukum yang berlaku lagi bagi pezina dalam Islam, sebab tidak ada ayat yang menerangkan hukum rajam bagi pelaku zina, hukum yang muhkam bagi pelaku zina berdasarkan ayat adalah hukum dera (QS an_Nur ayat 2). Hal ini didasarkan dari dua alasan, pertyama bahwa hukum rajam sangat berat untuk diberlakukan, sementara tidak dijelaskan dalam al-Qur’an. Kedua bahwa al-Qur’an menyebut sanksi pezina jilid bukan rajam. Jadi tidak ada hukum rajam dalam Islam.
Metode Istimbat hukum T.M. Hasbi Ash Shiddieqy dalam menetapkan sanksi zina adalah hukum jilid, hal ini didasarkan pada keumuman (QS an_Nur ayat 2). Ayat tersebut dipahami oleh Hasbi sebagai suatu hukuman yang bersifat umum, dalam hal ini tidak membedakan antara pezina muhsan dan ghairu muhsan.
Published
2018-01-23
How to Cite
HADIATI, Teti. PANDANGAN T.M HASBI AS-SHIDDIEQY TENTANG HUKUM RAJAM DAN RELEVANSINYA DENGAN MASA SEKARANG. HIKMATUNA : Journal for Integrative Islamic Studies, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 29-46, jan. 2018. ISSN 2503-3042. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/hikmatuna/article/view/1068>. Date accessed: 25 june 2018. doi: https://doi.org/10.28918/hikmatuna.v3i2.1068.