Peran Komunitas Virtual Bagi Keberadaan Kyai

  • Afina Amna UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstract

ABSTRAK Komunitas virtual sebagai komunitas baru di dunia maya sedikit banyak telah membawa perubahan sosial, salah satunya merubah pola komunikasi masyarakat di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran komunitas virtual bagi keberadaan kyai Anwar Zahid? Seberapa efektifkah peran komunitas virtual dalam memperkenalkan Anwar Zahid kepada publik? peneitian ini penting dilakukan agar kita mengetahui bagaimana komunitas virtual yang hanya ada di dunia maya bisa membuat perubahan di dunia nyata. Selain penelitian ini diharapkan bisa ikut andil dalam dirkursus tentang otoritas dan media baru. Penelitian ini menemukan bahwa peran komunitas virtual yang ada dalam whatsapp dan instagram bagi keberadaan Kyai Anwar Zahid berfungsi: Untuk mengenalkan Anwar Zahid kepada publik, Memudahkan masyarakat mengetahui kabar atau pengajian terbaru Anwar Zahid, Menjadikan Anwar Zahid memililiki legitimasi yang luas di masyarakat luas. Kata Kunci: Komunitas Virtual, Otoritas, Media Baru.

References

Daftar Pustaka
Achidsti, S. A. (2015). Kyai dan Pembangunan Institusi Sosial. Yogyakarta: Putaka Pelajar.
Apple, M. (2014). Media And Identity. In M. B. Oliver, Media And Sosial Life (pp. 16-25). New York: Routledge.
Assa'idi, M. S.-Q. (2001). Tafrihul Khatir. Kediri: Assalami Assalafi.
Bungin, B. (2014). Sosiologi Komunikasi: Teori Paradigama dan Dirkursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren, Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Geertz, C. (1960). The Javanese Kijaji: The Changing Role of a Cultural Broker. Cambridge: Cambridge Press.
Hoesterey, J. B. (2012). Pemasaran Moralitas: Naik, Jatuh, dan Pembentukan Ulang Cap-Merek AA Gym. Jakarta: Komunitas Bambu.
Horokoshi, H. (1987). A Traditional Leader in A Time of Change: The Kijaji and Ulama in West Java terjemahan Kyai dan Perbahan Sosial. Jakarta: Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M).
Kiptiyah, S. M. (2017). Kyai Selebriti dan Media Baru The Celebrity’s Kyai And New Media. Yogyakarta: Jurnal Masyaraat dan Budaya.
Lukens-Bull, R. A. (2003). Jihad Ala Pesantren Di Mata Antropolog Amerika. Yogyakarta: Gama Media.
Maliki, Z. (2012). Rekontruksi Teori Sosial Modern. Yogyakarta: UGM Press.
Marshall McLuhan, L. H. (1994). Understanding Media, The Ekstensions of Man . New York: The MIT Press.
Millie, J. (2012). Santapan Rohani atau Proyek yang Berkesinambungan? Dilema Dakwah Lisan. Jakarta: Komunitas Bambu.
Sinitiere, P. L. (2012). Preaching the Good News Glad: Joel Osteen’s Tel-e-vangelism. United State: Palgrave Macmillan.
Sukamto. (1999). Kepemimpinan Kiai Dalam Pesantren. Jakarta: LP3ES.
Sunarwoto. (2015). Contesting Religious Authority: A Study on Dakwah Radio in Surakarta, Indonesia. Tilburg: Tilburg University.
Syahputra, I. (2017). Demokrasi Virtual dan Perang Siber di Media Sosial. Yogyakarta: Jurnal ASPIKOM, Volume 3 Nomor 3, Juli 2017.
Wardoyo. (2018). 5.000 Jemaah Padati Pengajian Ustadz Anwar Zahid Sampai Bikin Macet Sragen. Kapolres Ajak Ratusan Personel, Warga Diminta Jaga 3 Ukhuwah. Sragen: Joglosemarnews.com.
Watson, C. (2005). A Popular Indonesian Preacher: The Significance of Aa Gymnastiar. Journal of The Royal Antropological Institute.
Ziemek, M. (1986). Pesantren Dalam Perubahan Sosial. Jakarta: Perhimpunan, Pengembangan Pesantren dan Masyarakat.
Published
2018-11-29
How to Cite
AMNA, Afina. Peran Komunitas Virtual Bagi Keberadaan Kyai. HIKMATUNA : Journal for Integrative Islamic Studies, [S.l.], v. 4, n. 2, p. 216-234, nov. 2018. ISSN 2503-3042. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/hikmatuna/article/view/1367>. Date accessed: 24 mar. 2019. doi: https://doi.org/10.28918/hikmatuna.v4i2.1367.