Prosesi Adat Molo’opu di Gorontalo Utara dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan Islam

  • Muh. Arif Institut Agama Islam Negeri Gorontalo
  • Mahfud Harim Institut Agama Islam Negeri Gorontalo

Abstract

The article aims is to explore the Islamic education values in Molo’opu tradition at Gorontolo Utara. This research used a qualitative technique and the analytic-descriptive in socio-antropology perspective to understand the Molo’opu tradition. It found that Molo’opu tradition is an activity to pick the officer up from his/her house and deliver him/ her to official residence. Molo’opu tradition held at two places, i.e. private house (To’opu lo Hihilawo) and official residence (To’opu Yiladia). Islamic education values in Molo’opu tradition are human value, ethical value, social value, discussion value, culture value and Syariah value. All of the values have the contribution for Islamic education as a reward for leader or guest in Molo’opu tradition and tuja’i words as a morality meaning for the leader.

References

Adisusilo, Sutarjo. (2012). Pembelajaran Nilai Karakter: Konstruktivisme dan VCT Sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Ali, Mohammad. (2016). Kontribusi Sosiologi dalam Pengembangan Pendidikan Islam. Jurnal Suhuf, Vol. 28, No. 1, Mei.

Amin, Basri (Tth). Memori Gorontalo” Prolog Titik Balik dalam Memori. Yogyakarta: Ombak.

Amiruddin, K. Suardika dan Anwar. (2017). Kalosara di Kalangan Masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara. Jurnal Mudra, Vol. 32, No. 2.

Anggraini, Gita. (2016). Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Masyarakat Adat Dayak Ngaju. Jurnal at Turats, Vol. 10 No.2.

Baruadi, Moh Karmin. (2014). Tradisi Sastra Dikili dalam Pelaksanaan Upacara Adat Maulidan di Gorontalo. Jurnal el Harakah, Vol. 16, No.1.

Botutihe, Medi. dan Tuloli, Nani. (2003). Tata Upacara Adat Gorontalo UtaraDari Upacara Adat Kelahiran, Perkawinan, Penyambutan Tamu, Penobatan dan Pemberian Gelar Adat sampai Upacara Adat Pemakaman. TP: TP.

Chabib, Thoha. (1996). Kapita Selekta Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Darmad, Hamid. (2009). Dasar Konsep Pendidikan Moral. Bandung: Alfabeta.

Departemen Agama RI. (Tt). Al-Qur’an Transliterasi Latin Terjemah Indonesia. Jakarta: Suara Agung.

Departemen Pendidikan Nasional. (2018). Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Farha, Daulima. (2007). Pohutu Aadati Lo Hulondalo. Hasil Seminar.

Hanani, Silfia. (2016). Sosiologi Pendidikan Keindonesiaan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Hasanah, Aan. (2012). Pengembangan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Minoritas (Studi Atas Kearifan Lokal Masyarakat Adat Suku Baduy Banten). Jurnal Analisis, Volume XII, No. 1, Juni.

Hasanuddin dan Amin, Basri. (2012). Gorontalo Utara dalam Dinamika Sejarah Masa Kolonial. Yogyakarta: Ombak.

Hasil Seminar Adat Gorontalo. (2007). Pohutu Aadati Lo Hulondalo.

Imran, Roni. (2017). Wawancara dengan Wakil Bupati Gorut.

Imtihanah, Anis Hidayatul. (2018). Konsep Sejarah Islam Perpektif Marshall G.S. Hodgson. Hikmatuna Journal for Integrative Islamic Studies, 4(2), 169.

Istiawati, Novia Fitri. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Kearifan Lokal Adat Ammatoa dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi. Jurnal Cendekia, Vol. 10, No. 1, April.

Muhaimin dan Mujib, Abdul. (1993). Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: Trigenda Karya.

Mc. Donald, Frederick J. (1959). Journal Educational Psychology. Tokyo: Overseas Publications LTD.

M. Lipeoto. (1949). Sejarah Gorontalo Dua Lima Pohalaa. Gorontalo: T.P.

M.S Titus. (1984). Persoalan-persoalan Filsafat. Jakarta: Bulan Bintang.

Nata, Abuddin. (2003). Manajemen Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Nata, Abuddin. (2013). Pemikiran Pendidikan Isam dan Barat (1 ed.). Jakarta: Rajawali Pers.

Pateda, Mansur. (1999). Kaidah Bahasa Gorontalo. Gorontalo: Viladan.

Poerwadarminta, W.J.S. (1999). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Rahman, M. Gazali. (2012). Tradisi Molonthalo di Gorontalo. Jurnal al-Ulum, Volume 12 Nomor 2.

Rohmat. (2018). Sinergitas Hukum Adat dalam Aktualisasi Edukasi Berbasis Kearifan Lokal bagi Masyarakat Adat Nelayan Pantura Sebagai Upaya Pembangunan Pendidikan yang Menyeluruh dan Berkualitas”, Jurnal Lex Scientia Law review, Vol. 2, No.1.

Rustam. (2015). Nilai-Nilai Pendidikan dalam Seloko Adat Daerah Melayu Jambi. Jurnal Pena, Vol. 4, No. 2.

Sagala, Saiful. (2006). Manajemen Berbasis Sekolah dan Masyarakat. Jakarta: Nimas Multima.

Setiadi, Elly M. dan Kolip, Usman. (2015). Pengantar Sosiologi, Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Social: Teori, Aplikasi dan Pemecahannya. Jakarta: PrenadaMedia Grup.

Siregar, Maragustam Leonard. (2014). Tinjauan Filosofis tentang Pendidikan Multikultural di Indonesia. Makalah. hlm. 5.

Sjarkawi. (2008). Pembentukan Kepribadian Anak. Jakarta: Bumi Aksara.

Soekanto, Soerjono dan Sulistyowati, Budi. (1982). Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Yasin, Indra. (2017). Wawancara dengan Bupati Gorut.

Yasin, Zohra. Puhi, Ismail. M. Ihsan Husnan, dan Mashadi. (2013). Islam Tradisi dan Kearifan Lokal. Gorontalo: Sultan Amai Press.

Yulianti, Iing. (2015). Pewarisan Nilai-nilai Budaya Masyarakat Adat Cikondang dalam Pembelajaran Sejarah Di Madrasah Aliyah Al Hijrah. Jurnal Candrasangkala, Vol. 1, No.1.
Published
2019-06-26
How to Cite
ARIF, Muh.; HARIM, Mahfud. Prosesi Adat Molo’opu di Gorontalo Utara dalam Perspektif Sosiologi Pendidikan Islam. HIKMATUNA : Journal for Integrative Islamic Studies, [S.l.], v. 5, n. 1, p. 99-112, june 2019. ISSN 2503-3042. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/hikmatuna/article/view/1858>. Date accessed: 09 mar. 2019. doi: https://doi.org/10.28918/hikmatuna.v5i1.1858.