Analisis Kemandirian Belajar Matematika dalam Pembelajaran Numerik

  • Muhammad Istiqlal IAIN Salatiga

Abstract

Penelitian ini berusaha mendeskripsikan kemandirian belajar mahasiswa pada pembelajarn numerik. Dalam penelitian ini akan dilihat letak kelemahan kemandirian belajar berdasarkan empat indikator, yaitu 1) Memiliki hasrat atau keinginan yang kuat untuk belajar demi kemajuan diri; 2) Bertanggung jawab dalam setiap aktivitas belajar; 3) Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk menghadapi masalah; dan 4) Memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugas secara mandiri. Dari empat indikator tersebut akan ditemukan indikator yang menjadi skala prioritas untuk ditingkatkan atau dioptimalkan.
Penelitian ini merupakan penelitian survey. Instrumen yang digunakan adalah instrumen angket. Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup. Subyek pada penelitian ini adalah mahasiswa tingkat tiga yang mengambilan mata kuliah metode numerik yaitu sejumlah 56 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik populasi, yaitu seluruh anggota populasi menjadi responden penelitian.
Hasil dari penelitian diperoleh bahwa kondisi kemandirian belajar mahasiswa pada pembelajaran numerik masih tergolong rendah. Data yang diperoleh adalah 54% responden memiliki kemandirian belajar rendah, 45% responden memiliki kemandirian belajar sedang, dan hanya 2% responden yang memiliki kemandirian belajar yang tinggi. Indikator yang mendapatkan skala prioritas untuk dilakukan perlakuan khusus adalah indikator keempat yang tingkat pencapaiannya sebesar 52%, kemudian diikuti oleh indikator ketiga sebesar 58%, kemudian indikator kedua sebesar 63%, dan indikator kesatu sebesar 75%. Dengan demikian penelitian ini menyarankan bahwa penelitian selanjutnya adalah upaya meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa dengan memprioritas indikator kemandirian belajar yang keempat dan ketiga yaitu memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugas secara mandiri, dan Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk menghadapi masalah.

References

Anzora. (2017). Analisis Kemandirian Siswa pada Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Teori Belajar Humanistik. Jurnal Gantang, 99-103.

Danoebroto, S. W. (2015). Teori Belajar Konstruktivis Piaget dan Vygotsky. Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education, 2(3), 191-198.

Haerudin. (2013). Pengaruh Pendekatan SAVI terhadap Kemampuan Komunikasi dan Penalaran Matematika serta Kemandirian Belajar Siswa SMP. Infinity: Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwiangi Bandung, 183-193.

Nizarwati, Hartono, Y., & Aisyah, N. (2009). Pengembangan Perangkat Pembelajaran berorientasi Konstruktivisme untuk Mengajarkan Konsep Perbandingan Trignonometri Siswa Kelas X SMA. Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2), 57-72.

Purwanto, E., & Pramesti, G. (2014). Analisis Korespondensi Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika SMANSA Karanganyar Tahun Ajaran 2013/2014. Infinity: Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, 101-113.

Sugandi, A. I. (2013). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Setting Koopertaif Jigsaw terhadap Kemandirian Belajar Siswa SMA. Jurnal Infinity , 2(2), 114-155.

Sumarno. (2012). Proses Berpikir Matematik. Bandung: STKIP Siliwangi.
Published
2019-12-11
How to Cite
ISTIQLAL, Muhammad. Analisis Kemandirian Belajar Matematika dalam Pembelajaran Numerik. HIKMATUNA, [S.l.], v. 5, n. 2, p. in Press, dec. 2019. ISSN 2503-3042. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/hikmatuna/article/view/2181>. Date accessed: 21 jan. 2020. doi: https://doi.org/10.28918/hikmatuna.v5i2.2181.