Politik Hukum Islam dalam Pengaturan Tentang Kesusilaan di Indonesia (Studi UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi)

  • Ismail Marzuki

Abstract

This article tries to explore how the influence of Islamic law politics in drafting Law No. 44 of 2008 on Pornography. A qualitative approach was employed in this study. The treatise of Indonesia’s Pornography Law was collected as the primary data. The findings expose that there was the effect of Islamic law politics in drafting Law No. 44 of 2008 on Pornography. It can be noticed from the active involvement of Islamic political parties in parliament and the House of Representatives (DPR) members from the nationalist parties possessing an Islamic background in promoting the law enactment. Likewise, the Indonesian Ulema Council (MUI) and Islamic mass organizations also actively encouraged the issuance of this law. Another result highlights that there was a strong debate between political fractions in the DPR, including the Gerindra Party (PG), the United Development Party (PPP), the Democratic Party (PD), the National Mandate Party (PAN), the National Awakening Party (PKB), the Democratic Vanguard Star (BPD), the Star Reform Party (PBR), the Prosperous Justice Party (PKS), and the mass organizations that proposed the ratification of the Pornography Law draft, and other fractions, namely: the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP), the Prosperous Peace Party (PDS), and the mass organizations that supported the refusal of the law draft ratification

References

Abdullah, A. G. Pengantar Kompilasi Hukum Islam dalam Tata Hukum Indonesia. Jakarta: Gema Insani Press, 1994.
Amrullah, Ahmad, dkk. (Ed. ). Dimensi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional: Mengenang 65 Tahun Prof. Dr. H. Bustanul Arifin, S.H. Jakarta: Gema Insani Press, 1996.
Azra, A. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Jakarta: Kencana, 2007.
MD, Moh Mahfud. Membangun Politik Hukum Menegakkan Konstitusi. Jakarta: Rajawali Pers, 2010.
Nusantara, A. H. G. Politik Hukum Indonesia. Jakarta: YLBHI, 1988.
Rahardjo, S. Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2006.
Wahid, M. dan R. Fiqh Madzhab Negara; Kritik Atas Politik Hukum Islam di Indonesia. Yogyakarta: LKIS, 2001.

Rosman, Edi.“Politik Hukum Islam di Indonesia: Kajian Reformasi Hukum dalam Kerangka Pemikiran Ibnu Taymiyah Jurnal Hukum Islam al-Hurriyah, Vol. 02 , No. 01., Januari-Juni 2017, hlm. 88.
Mulia, Muji. “Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia: Analisis Historis tentang Kompilasi Hukum Islam”, Jurnal Islam Futura, Vol. VII, No. 1, Tahun 2008, hlm. 71.
Effenty Muhammad, Nova.“Epistemologi Pengembangan hukum Islam“,Jurnal al-Mizan, Vol. 9 No. 1 Juni 2013, hlm. 82.

RUU dan Undang-undang:
Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)
RUU tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP)
UUD Tahun 1945
UU No. 32 Tahun 2002
UU No.10 tahun 2004
UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Surat dan Risalah Rapat RUU Pornografi
Surat pimpinan komisi VII DPR RI nomor TU.00/142/Kom.VIII/2005, tanggal 23 Juni 2005 tentang penyampaian usul RUU tentang anti pornografi dan porno aksi inisiatif Komisi VIII DRP RI.
Surat Pimpinan Komisi VIII DPR RI Nomor TU.00/142/KOM.VIII/2005 tertanggal 23 Juni 2005.
Keputusan DPR RI No.10/DPR RI/I/2005-2006 tentang Pembentukan Pansus DPR RI mengenai RUU tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi tertanggal 27 September 2005.
Lampiran Keputusan DPR RI No.10/DPR RI/I/2005-2006 tertanggal 27 September 2005.
Risalah RDPU Pansus RUU tentang Anti PornografidanPornoaksi DPR RI pada 18 Juni 2008.
Risalah rapat paripurna DPR RI pada 30 Oktober 2008.
Risalah RDPU Pansus DPR RI RUU tentang Anti Pornografidan Pornoaksi pada18Januari 2006.
Risalah RDPU Pansus DPR RI RUU tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi25 Januari 2006, 26 Januari 2006, dan 1 Pebruari 2006.
UUD Tahun 1945
Surat Panitia Khusus RUU tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi No.TU.00/PANSUS-APP/VIII/2007 tertanggal 18 Juli 2007”.
Surat Pimpinan DPR RI No.RU.02/6632/DPR-RI/2007 tertanggal 24 Agustus 2007.
Surat Presiden RI No.R-54/Pres/09/2007 tertanggal 20 September 2007.
Surat Mensesneg RI No.B-552/M.Sesneg/D-4/10/2007 tertanggal 8 Oktober 2007.
Risalah rapat paripurna DPR RI ke-12 masa sidang I tahun 2008-2009 pada 30 Oktober 2008.
Pendapat akhir mini FPDIP terhadap RUU tentang pornografi, disampaikan pada rapat kerjaKomisi VIII DPR RI pada 28 Oktober 2008”.
Risalah rapat paripurna DPR RI pada 30 Oktober 2008, “Laporan Pimpinan Pansus RUU tentang Pornografi pada pembicaraan tingkat II”.
Risalah rapat paripurna DPR RI pada 30 Oktober 2008, “Pendapat akhir FPKS terhadap RUU tentangPornografi”.
Risalah rapat paripurna DPR RI pada 30 Oktober 2008, “pendapat akhir FPKS”.
Pendapat akhir mini FPDIP terhadap RUU tentangPornografi, disampaikan di dalam rapat kerja Komisipada 28 Oktober 2008.
Risalah rapat paripurna DPR RI ke-12 masa sidang I tahun 2008-2009 pada 30 Oktober 2008, “pendapat akhir FPDIP” disampaikan oleh Tjahyo Kumolo.
Pendapat akhir mini FPDIP terhadap RUU tentang Pornografi, disampaikan di dalam rapat kerja Komisi pada 28 Oktober 2008.
Risalah rapat paripurna DPR RI pada 30 Oktober 2008, “pendapat akhir FPDS yang disampaikan melalui interupsi oleh Carol Daniel Kadang juru bicara FPDS”.
Risalah rapat paripurna DPR RI pada 30 Oktober 2008, “pendapat akhir pemerintah terhadap RUU tentangPornografi”.
Keputusan DPR RI No.13/DPR RI/II/2008-2009 tentang persetujuan DPR RI terhadap RUU tentang Pornografi, tertanggal 30 Oktober 2008.
Surat DPR RI No.LG.01.01/8016/DPR RI/X/2008 perihal persetujuan DPR RI terhadap RUU tentang Pornografi, tertanggal 2 November 2008.
Published
2018-12-21
How to Cite
MARZUKI, Ismail. Politik Hukum Islam dalam Pengaturan Tentang Kesusilaan di Indonesia (Studi UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi). JURNAL HUKUM ISLAM, [S.l.], p. 124-140, dec. 2018. ISSN 2502-7719. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/jhi/article/view/1745>. Date accessed: 27 feb. 2019. doi: https://doi.org/10.28918/jhi.v16i2.1745.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.