Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemalsuan Identitas Anak Hasil Nikah Siri (Studi di Desa Rowokembu Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan)

  • Annisa Ulwiya
  • Mohammad Hasan Bisyri IAIN Pekalongan

Abstract

Self-identity is the right to a child which must be stated in the birth certificate, no exception for children who are born from unregistered marriage. However, if the identity is inaccurate or falsified, it will have an impact on the rights and obligations between the child and the parents. Therefore, this study aims to explain the forms of falsification of unregistered marriage's children's identity, a review of Islamic law on falsification of children's identity who are born from unregistered marriage, and explain the legal implications of falsifying the identity of children from unregistered marriage. This research is a qualitative study which was located in Rowokembu, Wonopringgo, Pekalongan Regency. The collected data were analyzed using typology models and analysis by using Islamic law. The results show that: (1) there are three models of falsifying children's identity, namely by using the identity of biological fathers and stepmothers as biological parents, using the identity of stepfathers and biological mothers as biological parents, and using the identity of others as parents the biological child. (2) Falsifying child's identity even if it is completed for the child's goodness in order to obtain the legality, nevertheless in the review of Islamic law as well as a falsehood which can be detrimental to others, so the culprit may obtain the punishment. (3) Falsification of the child's identity can affect the status of the child towards his parents, especially in the issues of guardianship, inheritance and his mahram.

References

Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata RI.
Presiden R.I, Instruksi. Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Depag R.I. 2000.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 46/PUU-VIII/2010 tentang Judicial Review Pasal 2 Ayat 2 dan Pasal 43 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Undang-Undang RI No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Buku
Adillah, Siti Ummu. “Implikasi Hukum dari Perkawinan Siri Terhadap Perempuan dan Anak”. Semarang : PALASTREN, Vol. 7 No. 1. Juni. 2016.
Ali, Zainudin. Pengantar Ilmu Hukum Islam di Indonesia. Jakarta : Sinar Grafika, 2006
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 2002.
Budiarto, M. Pengangkatan Anak Ditinjau dari Tiga Sistem Hukum. Jakarta : Pressindo, 1985.
Dahlan, Aziz. Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta : PT. Ichtiar Baru, 1996.
Doi, A. Rahman I. Penjelasan Lengkap Hukum-Hukum Allah (Syariah). Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2002.
Edyar, Busman. “Status Anak Luar Nikah Menurut Hukum Positif dan Hukum Islam Pasca Keluarnya Putusan MK Tentang Uji Materiil Undang-Undang Perkawinan”. Bengkulu : Jurnal Hukum Islam. Vol. 1. No. 2, 2016.
Fajar, Mukti dan Yulianto Achmad. Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Garwan, Irma. “Hak-Hak Anak Hasil dari Perkawinan Siri Setelah Terjadinya Perceraian (Studi Kasus Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 46/ PUU-VIII/ 2010)”. Karawang : Jurnal Justisi Ilmu Hukum, Vol. 1 No. 1, September2016.
Hakim, Rahmat. Hukum Perkawianan Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2005.
Harlina, Yuni.. “Status Nasab Anak dari Berbagai Latar Belakang Kelahiran (Ditinjau Menurut Hukum Islam)”. Riau : Hukum Islam, Vol. XIV No. 1 Juni, 2014.
Hosseini, Ziba Mir. Perkawinan dalam Kontroversi Dua Mazhab: Kajian Hukum Keluarga Dalam Islam, terj. Marriage an Trial : A Study Of Islamic Family Law. Jakarta : ICIP, 2005.
Irfan, M. Nurul dan Masyrofah. Fiqh Jinayah. Jakarta : Amzah, 2013.
Irfan, Nurul. Nasab & Status Anak dalam Hukum Islam. Jakarta : Amzah, 2013.
Islami, Irfan. t.t. “Perkawinan di Bawah Tangan (Kawin Sirri) dan Akibat Hukumnya”. Jakarta : ADIL, Jurnal Hukum. Vol. 8. No. 1.
Jalaludin, Akhmad. “Nasab : Antara Hubungan Darah dan Hukum serta Implikasinya Terhadap Kewarisan”. Surakarta : Ishraqi, Vol. X No. 1, Juni, 2012.
Jauhari, Imam. Perlindungan Hukum Terhadap Anak dalam Keluarga Poligami. Jakarta : Pustaka Bangsa Press, 2003.
Mahjuddin. Masailul Fiqhiyah. Jakarta : Sinar Grafika, 2005.
Muslich, Ahmad Wardi. Hukum Pidana Islam. Jakarta : Sinar Grafika, 2005.
al-Naisaburiy, Muslim bin al-Haj Ibn Muslim al-Qusyiriy. t.th. Shahih al-Muslim, Juz VIII. Beriut : Dar al-Fikr.
Al-Nawawiy, Abu ZakariyaYahya ibn Syaraf. Shahih Muslim bi Syarh al-Nawawiy, Juz I. Beirut : Dar al-Fikr, 1983.
Qal’ahji, Muhammad Rawas. Ensiklopedi Fiqh Umar bin Khattab. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1999.
Rahman, Fatchur. IlmuWaris. Bandung : Al Ma’arif, 1981.
Rofiq, Ahmad. Hukum Perdata Islam di Indonesia Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pres, 2015.
Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah. Jakarta : Lentera Hati, 2002.
Sutopo. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: Sebelas Maret University Pres, 2002.
Syamsu, Andi Alam dan M. Fauzan. Hukum Pengangkatan Anak Perspektif Hukum Islam. Jakarta : Kencana, 2008.
Syariah, Kementrian Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan. Tafsir A;-Qur’an Tematik Kedudukan dan Peran Perempuan. Jakarta : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2012.
Unes, Abdul Halim Mustasar Ibrahim. Al-Mu’jam al-Wasit. Mesir : Dar al-Ma’arif, 1973.
Waluyo, Bambang. Penelitian Hukum dalam Praktek. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.
Yanggo, Huzaemah Tahido. Fikih Wanita Kontemporer. Jakarta : Ghalia Indonesia, 2010.
Yayasan Penterjemah Al-Qur’an Departemen Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Semarang: CV Toha Putera, 1989.
Zahrah, Muhammad Abu. Al-Jarimah Wal ‘Uqubah Fi al-Fiqh Al-Islami. Kairo : Dar al-Fikr al-Arabi, 1998.
Zaini, Muderis.. Adopsi Suatu Tinjauan dari Tiga Sistem Hukum. Jakarta : Sinar Grafika, 1992.

Wawancara
AKR. Isteri Siri AB. Wawancara Pribadi. Rowokembu. 11 September 2018.
AKS. Kakak Kandung AKR. Wawancara Pribadi. Rowokembu. 11 September 2018.
AR. Suami Kedua NL. Wawancara Pribadi. Rowokembu. 10 September 2018.
Fathurrahman. Tokoh Masyarakat. Wawancara Pribadi. Rowokembu. 05 Maret 2018.
Hasbi, M. Kepala Desa Rowokembu. Wawancara Pribadi. Rowokembu. 02 September 2018.
LS. Saudara NL. Wawancara Pribadi. Rowokembu. 10 September 2018.
M. Isteri Siri UN. Wawancara Pribadi. Karanganyar. 07 September 2018.
Isrorina, Moesmiati. Kasi Kelahiran dan Kematian. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pekalongan. Wawancara Pribadi. Kajen. 21 Januari 2019.
NH. Isteri Pertama I. Wawancara Pribadi. Rowokembu. 05 September 2018.
NL. Isteri Pertama UN. Wawancara Pribadi. Rowokembu. 09 September 2018.
Pranoto, Sugeng. Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pekalongan. Wawancara Pribadi. Kajen. 15 September 2018.
S. Isteri Siri I. Wawancara Pribadi. Rowokembu. 05 September 2018.
UN. Suami W dan M. Wawancara Pribadi. Rowokembu. 08 September 2018.
W. Isteri Pertama UN. Wawancara Pribadi. Rowokembu. 07 September 2018.

Arsip
Arsip Desa Rowokembu. 2017. Profil Desa Rowokembu. Kabupaten Pekalongan : Arsip Desa.
Published
2019-06-25
How to Cite
ULWIYA, Annisa; BISYRI, Mohammad Hasan. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pemalsuan Identitas Anak Hasil Nikah Siri (Studi di Desa Rowokembu Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan). JURNAL HUKUM ISLAM, [S.l.], p. 120-137, june 2019. ISSN 2502-7719. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/jhi/article/view/2025>. Date accessed: 12 dec. 2019. doi: https://doi.org/10.28918/jhi.v17i1.2025.
Section
Artikel

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.