Penanaman Embrio Pada Rahim Istri yang Lain (Analsis Kritis Terhadap Fatwa MUI Tentang Kehamilan Berbantu)

  • Najib Junaidi - Pascasarjana UNHASY Tebuireng Jombang

Abstract

This paper discusses of the MUI fatwa on June 13, 1979, about the practice of in vitro fertilization using another wife's womb. This practice was declared haram by the Indonesian Ulama Council's fatwa on the 13 June 1979 about in vitro fertilization / Artificial Insemination. The MUI Fatwa normative argument, it will cause complications in inheritance issues, especially between children born with mothers who have ovum and mothers who conceive and give birth, and vice versa. This research is a normative juridical study, with the approach of ushul fiqh, qawa'id fiqhiyah and comparison (comparison). The results showed that the practice of in vitro fertilization by using another wife's womb, the law is permissible. Children born through this process have a bearing for surrogate mothers who have conceived and delivered them. The complexity of inheritance issues that are feared in the MUI fatwa can be overcome by determining the relationship of the nasab, because the nasab relationship is one of the causes of inheritance. The mother of the owner of the ovum who becomes the origin or the surrogate mother can be positioned the same as the mother who must be respected by the child, but has no inheritance relationship.

References

Ashar, A. (2015). Pemindahan Embrio Ke Rahim Wanita Lain Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif. Mazahib Jurnal Pemikiran Hukum Islam, Vol. XIV, No.1.
Buchori, M., Patria, S. Y., Wibowo, T., & Hanoum, I. F. (2018). Neonatal outcomes in In vitro fertilization (IVF) pregnancies. Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran), 50(2).
Djuantono, T, et al (2008),Panduan Medis Tepat dan Terpercaya untuk Mengatasi Kemandulan Hanya 7 Hari, Memahami Infertilitas. Bandung: Refika Aditama.
Farat, Y. bin Abdurrahman (2003) Al-Taṭbīqāt Al-Mu'āṣirah Li Saddi Al-Dharī'ah. Kairo, Dār al-Fikr al-Arabi. Cetakan Pertama.
Fatimah, S., & Abdurrohim, A. Status Nasab Anak Hasil Sewa Rahim Menurut Yusuf Al-Qaradhawi. Ulumul Syar'i, 9(1).
Ghandūfah (2014), Rabī'ah. Isti'jar al-Arḥām Dirāsah Muqāranah bayna al-Sharī'ah al-Islāmiyyah wa al-Qānūn al-Waḍ'ī. Tesis. Jāmi'ah al-Wādī, Aljazāir.
Hamdani, M. F. (2010). Hukum Inseminasi Buatan Dan Bayi Tabung. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah, 8(1).
Hidayat, S. (2013). Seleksi dan Tindakan Medis Istri Sebelum Program Bayi Tabung. Medica Hospitalia: Journal of Clinical Medicine, 2(1).
Idris, M. (2019). Bayi Tabung Dalam Pandangan Islam. Al-'Adl, 12(1)
Isnawan, F. (2019). PELAKSANAAN PROGRAM INSEMINASI BUATAN BAYI TABUNG MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA. Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya, 4(2).
Jamil, M. (2016). Nasab dalam perspektif tafsir ahkam. AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah, 16(1).
Jabr, K. U. ( 2010, . Isti'jār al-Arhām wa al-Āthār al-Mutarattibah Alaih, Majallat Abḥāth Kulliyyah al-Tarbiyah al-Asāsiyyah, Vol.9, No.3.
Judiasih, S. D., Dajaan, S. S., & Yuanitasari, D. (2016). Aspek hukum sewa rahim dalam perspektif hukum Indonesia. Refika Aditama.
Kābī, H.H, et.al (2015). Contract Surrogacy (A Comparative Study), Majallah al-Muhaqqiq al-Hallī Li al-'Ulum al-Qanuniyah Wa al-Siyasiyyah, No. 1, Tahun ke-7.
Khūlī,H. (2011), "Ta 'jīr al-Arhām Fī al-Fiqh al-Islāmī", Majallah Jāmi'ah Dimashqa Li al-'Ulum al-Iqtiṣadiyah wa al-Qanūniyah, Vol. 27, No.3.
Lahia, D. (2017). Aspek Hukum Terhadap Bayi Tabung dan Sewa Rahim Dari Perspektif Hukum Perdata. LEX PRIVATUM, 5(4).
Maimun, M. (2014). Konsep Supremasi Maslahat Al-thufi dan Implementasinya dalam Pembaruan Pemikiran Hukum Islam. ASAS, 6(1).
Muamar, A. (2016). Ketentuan nasab anak sah, tidak sah, dan anak hasil teknologi reproduksi buatan manusia: antara UU Perkawinan dan Fikih Konvensional. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(1)
Nazaruddin, N. (2016). HAK WARIS BAYI TABUNG DALAM PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH. Sarwah: Journal of Islamic Civilization and Thought, 15(2).
Na, M. F. N. F. U. (2019). NASAB BAYI TABUNG DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM DAN MAQASID SYARI’AH. Al-'Adalah: Jurnal Syariah dan Hukum Islam, 4(2), 149-176.
Nurjannah, N. (2017). Hukum Islam dan Bayi Tabung (Analisis Hukum Islam Kontemporer) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).
Nursanthy, A. T. R. (2017). Pengaturan Bayi Tabung Ditinjau Dari Aspek Hukum Perdata DI Indonesia. The Juris, 1(2).
Omran. A., (2015-2016), Iṭbāt al-Nasab Baina al-Sharī'ah wa Mustajaddāt al-'Aṣr, Desertasi pada Program Doktoral Hukum, Universitas Al-Jazāir 1
Qarḍāwī, Y. (2003). Min Hadyi al-Islām Fatāwā Mu'āṣirah juz 3. Kairo: Dār al-Qalam. Cetakan ke-3
Rahmawati, N. A., & Susilawati, H. (2018). Fenomena Surrogate Mother (Ibu Pengganti) Dalam Perspektif Islam Ditinjau Dari Hadis. NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam, 14(2), 405-422.
Soediro, S. (2014). HUKUM BANK ASI DAN BAYI TABUNG DALAM PANDANGAN ISLAM. Kosmik Hukum, 14(1).
Salamah, Z.A. (1996). Aṭfāl al-Anabīb bayna al-'Ilm wa al-Sharī'ah. Beirut-Lebanon: Dār al-Bayāriq. Cetakan Pertama.
Selian, M. A. H. (2018). Surrogate Mother; tinjauan Hukum Perdata Dan Islam. Jurnal Yuridis, 4(2),
SH, M., Ramadhani, N., Asihsalista, H., & Setiawan, F. B. (2013). Kedudukan Kontrak Sewa Rahim dalam Hukum Positif Indonesia. Privat Law, 1(1),
Thamrin, H (2015).. Hukum Sewa Rahim dalam Bayi Tabung. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Wahbah, Z ( 1985). Al-Fiqh al-Islami Wa Adillatuh. Juz 7. Damaskus: Dār al-Fikr. Cetakan ke-2,
Yusdono, K. (2013). Fleksibelitas hukum islam dalam perspektif darurat dan maslahat (Doctoral dissertation, UIN Alauddin Makassar).
Zahrowati, Z. (2018). Bayi Tabung (Fertilisasi In Vitro) Dengan Menggunakan Sperma Donor dan Rahim Sewaan (Surrogate Mother) dalam Perspektif Hukum Perdata. Halu Oleo Law Review, 1(2).
Zaid, A.B bin Abdullah (1996), Fiqh al-Nawāzil Qaḍāyā Fiqhiyyah Mu'āṣirah. Beirut: Muassasat al-Risālah.
Zubaidah, S. (2002). Bayi Tabung, Status Hukum dan Hubungan Nasabnya dalam Perspektif Hukum Islam. Al-Mawarid Journal of Islamic Law, 7.
Zuhroni, Z. (2012). Studi Komparasi Metodologi Penetapan Hukum Islam Lembaga-Lembaga Fatwa Di Indonesia. Adil: Jurnal Hukum, 3(1).
Published
2019-12-10
How to Cite
-, Najib Junaidi. Penanaman Embrio Pada Rahim Istri yang Lain (Analsis Kritis Terhadap Fatwa MUI Tentang Kehamilan Berbantu). JURNAL HUKUM ISLAM, [S.l.], p. 191-209, dec. 2019. ISSN 2502-7719. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/jhi/article/view/2391>. Date accessed: 09 july 2020. doi: https://doi.org/10.28918/jhi.v17i2.2391.