Reconstruction of Maqashid Shari'ah Perspective Muhammad Thahir Ibn 'Assyria: Efforts to Re-Discuss Sharia with Reality

  • Muhammad Aziz

Abstract

Ruh dan inti setiap sesuatu yang disyariatkan oleh Islam, pada dasarnya adalah antara mendatangkan kemaslahatan untuk manusia dan mencegah bahaya bagi manusia. Maka, hal penting untuk diketahui selain menjalani seluruh syariat yang diembankan Allah kepada hambanya, yaitu mengetahui dan menentukan seluk beluk maksud dan tujuan atas pensyariatan suatu hukum tertentu. Pada kajian ini, menaruh respon besar atas usaha keras Ibn ‘Asyur dalam merumuskan kembali konsep-konsep hukum universal yang kemudian dinamakan ilmu maqashid al-syariah. Hal ini penting, sebab melakukan pendekatan terhadap universalitas syariat adalah salah satu elan vital yang sangat diperlukan, lebih-lebih di era globalisasi seperti sekarang ini yang mengandaikan perubahan serba cepat dan tidak diperhitungkan sebelumnya. Menurut Ibn ‘Asyur bahwa sebab utama kemunduran fikih adalah abainya para sarjana akan studi maqashid, dan ini akan mengantarkan kita kepada pengkebirian nilai-nilai syariat itu sendiri. Senada dengan Ibnu ’Asyur, ‘Alal al-Fasi, salah satu pakar maqashid al-syariah kontemporer juga memandang bahwa syarat utama keberhasilan mendialogkan fikih dengan realitas kontemporer sekarang ini adalah massif tidaknya sambutan para cendekiawan terhadap studi maqashid. Di sinilah fungsi dan peranan maqashid al-syari’ah menemukan momentumnya. Karakternya yang elastis, lintas ruang dan waktu diharapkan mampu berdialektika dengan problematika yang terus bermunculan. Ciri khasnya yang syumul, mampu merangkul setiap peradaban yang berjalan dan diharapkan dapat berperan sebagai pendobrak kelesuan peradaban Islam yang lama mati suri.

References

Abdullah, M. A. (1995). Falsafah Kalam di Era Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Al-Fasi, ‘Allal. (1993). Maqashid al-Syariah al-Islamiyah wa Makarimiha. Dar al-Gharb al-Islami.

Al-Hasanî, I. (1995). Nazarîyat al-Maqâsid ‘inda Muhammad Tâhir b. ‘Âshûr. Virginia: al-Ma’had al-‘Âlam li al-Fikr al-Islâmî.

Al-Khadimy, N. (1998). Al-Ijtihad al-maqashidy. Qatar: Wizarah al-auqaf wa al-syuun al-Islamiah.

_____________ ( 2010). Ilm al-Maqâsid al-Shar‘îyah. Beirut: Maktabah al-Abîkân.

Al-Misawî, M.T. (2001). “Kata Pengantar” dalam Maqâsid al-Syarî‘ah al-Islâmîyah. Yordania: Dâr al-Nafâis.

Al-Muqrî, A.b. Muhammad b. ‘Alî al-Fayyûmî. (1987). Al-Misbâh al-Munîr fî Gharîb al-Syarh al-Kabîr li al-Râfi‘î. Beirut: Maktabah Lubnan.

Al-Qardhawi, Y. (2008). Dirasah fi Fiqh Maqasid al-Syariah. Kairo: Dar al-Syuruq.

Ash-Shiddieqiy, N. (1998). Jeram-jeram Peradaban Muslim. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Aziz, M. (2018). Perspektif Maqashid Al-Syariah Dalam Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal Di Indonesia Pasca Berlakunya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman, 7 (2).

Aziz, M., & Noer, F. (2018). Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal Pasca Berlakunya UU ‎No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal Sebagai ‎Upaya Perlindungan Terhadap Konsumen di Indonesia. FSH Unsiq Proceeding Series: On Islamic Studies, Sharia and Law, 1(01).

Aziz, M. (2016). Prinsip Pengelolaan Zakat Menurut Al-Qur’an (Kajian Pada Surat Al-Taubah [9]: 103, Dengan Metode Tahlili Dan Pendekatan Fiqhy). Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman, 5 (2).

Aziz, M. (2017). Adopsi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional (Kajian dalam UU RI No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat). Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars.

Dusuki, A. W., & Abozaid, A. (2007). A critical appraisal on the challenges of realizing maqasid Al-Shariaah in Islamic banking and finance. International Journal of Economics, Management and Accounting, 15 (2).

Faizin, F. (2019). Rekonstruksi Maqâshid Al-Syarî’ah sebagai Metodologi Tafsir Kontemporer. Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid, 22 (2).

Ibnu ‘Âsyûr &Tâhir, M. (2001). Maqâsid al-Syarî‘ah al-Islamîyah. Yordania: Dâr al-Nafâ’is.

_________________ (1984). Alaisa al-Subh bi Qarib. t.tp.: Dar al-Tunisiah li al-Nasyr.

_________________(2006). Ushul al-Nidzam al-Ijtima’i. Kairo: Dar al-Salam.

Khalid, I. (1995). Muhamad Tahir bin 'Asyur. Damaskus: Dar al-Qalam.

Mawardi & Imam, I. (2012). Fiqh Minoritas Fiqh Al Aqalliyyat dan Evolusi Maqashid al Syari’ah Dari Konsep Ke Pendekatan. Yogjakarta: LKIS.

Nurhadi, N. (2019). The Importance of Maqashid Sharia as a Theory In Islamic Economic Business Operations. International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC), 3(2).

Raisuni, A. (1995). Nadzariat al-Maqashid ‘inda Imam al-Syathibi. Jeddah: Dar al-Ilmiah li al-Kitab al-Islami.

_________ (2003). Al-Bahts fi Maqashid Asy-Syari’ah; Nassy’atuh wa Tathawwuruh wa Mustabaluh, Makalah forum ilmiah internasional tentang Maqashid Syari’ah. London: Muassasah Al-Furqan li At-Turats.

Santhleir, B. (2008). Al-Siyasah li Aristoteles. (Terj. Ahmad Luthfi Sayyid). Kairo: Haiah al-Misriah al-‘Ammah.
Published
2019-12-12
How to Cite
AZIZ, Muhammad. Reconstruction of Maqashid Shari'ah Perspective Muhammad Thahir Ibn 'Assyria: Efforts to Re-Discuss Sharia with Reality. JURNAL HUKUM ISLAM, [S.l.], p. 231-249, dec. 2019. ISSN 2502-7719. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/jhi/article/view/2396>. Date accessed: 09 apr. 2020. doi: https://doi.org/10.28918/jhi.v17i2.2396.