Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Koperasi Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Tidak Sehat di Kota Yogyakarta

  • Nurbaiti Prastyananda Yuwono

Abstract

 
This study aims to analyze the causes and effects of the unwell BMT cooperatives and legal protection for customers from the cooperatives. This empirical juridical research uses an integrated approach. Primary data were obtained from interviews and secondary data were obtained by searching primary and secondary legal materials. The technique of the analysis uses interactive models and analytical prescriptive. The results showed that the causes of BMT cooperatives in the city of Yogyakarta which were declared unwell, namely: 1) the lack of knowledge of management and managers about sharia financial management; 2) non-compliance with sharia principles; 3) limited capital; 4) non-performing loans; 5) professionalism of human resources; 6) not reporting financials; 7) not audited by a public accountant; 8) lack of managerial authority; 9) manager status is unclear; 10) legal issues; 11) basic BMT operational policies; 12) weak IT system. These conditions have an impact on the institution, management, managers and members and customers. Legal protection for customers is that if BMT cooperatives are declared unwell, the customers can use certain articles in the Cooperatives Act; Government Regulation Number 9 of 1995; Consumer Protection Act and; Civil Code. Legal protection is practically carried out through litigation and non-litigation. Therefore, there should be more intense supervision of unwell BMT cooperatives, including a commitment to immediately revise the Cooperative Act and the law on deposit insurance institutions for cooperatives.

References

Arifin, Z. M. B. A. (2012). Dasar-dasar manajemen bank syariah. Pustaka Alvabet.

Buchori, N. S. (2012), Koperasi Syariah Teori Dan Praktik. Banten: Pustaka Aufa Media.

Chandraresmi, H. (2017). Kajian Mengenai Gugatan Melawan Hukum Terhadap Sengketa Wanprestasi. Jurnal Privat Law, 5(1), 54-61.

Cahyadi, T. N. (2016). Baitul Maal Wat Tamwil Legalitas dan Pengawasannya. JESI (Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia), 2(2), 167-186.

Djaafar, S. (2018). Strategi Berbasis Maqashid Syariah dalam Meningkatkan Daya Saing Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Jambi. ILTIZAM Journal of Shariah Economic Research, 2(1), 1-19.

Danur LP, dalam https://ikosindo.or.id/ ikosindo-summit-2017-memperkuat-koperasi.. di akses 09 Desember 2019

Ghofur, A. (2017), Pengantar Ekonomi Syariah: Konsep Dasar, Paradigma, Pengembangan Ekonomi Syariah. Jakarta: Rajawali Press.

Huda, N & Haykal.M (2013). Lembaga Keuangan Islam Tinjauan Teoritis dan Praktis, Jakarta: PT. Fajar Interpratama Mandiri.

Hadjon, P.M. 2010, Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Indonesia, Surabaya: Bina Ilmu

Harjono (2010), Konstitusi Sebagai Rumah Bangsa, Jakarta :Penerbit Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi

Ismanto, K. (2015). Pengelolaan Baitul Maal pada Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) di Kota Pekalongan. Jurnal Penelitian, 12(1), 24-38.

Muhammad (2011), Manajemen Bank Syariah. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Manan, A (2012), Hukum Ekonomi Syariah Dalam Perspektif Kewenangan Peradilan Agama, Jakarta: Kencana.

Mujiono, S. (2018) Urgensi Regulasi Pengawasan Baitul Wat Tanzil (BMT) di Indonesia. labatila, 2(1), 74-94.

Masyithoh, N. D. (2014). Analisis Normatif Undang-Undang No. 1 Tahun 2013 Tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Atas Status Badan Hukum Dan Pengawasan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT). Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 5(2), 17-36.

Nurhadi, B. (2018). Pola Pengawasan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) yang Berbadan Hukum Koperasi. Jurnal Sosial dan Humaniora, 3(5), 645-654.

Nugraha. S.W, Asset bmt di Yogyakarta, (http://jogja.tribunnews.com//2015/11/11/aset-bmt-di-yogya-tumbuh-hingga-rp-900-miliar -diakses pada 8 Desember 2019

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 2016, Seri Buku Statistik Perbankan Syariah, Volume 15, No 1.

Prayogo, S. (2016). Penerapan Batas-Batas Wanprestasi dan Perbuatan Melawan Hukum dalam Perjanjian. Jurnal Pembaharuan Hukum, 3(2), 280-287.

Raharjo, S ( 2012), Ilmu Hukum’, Bandung: Citra Aditya Bakti

Sula, A. E., & Alim, M. N. (2014). Pengawasan, Strategi Anti Fraud, dan Audit Kepatuhan Syariah Sebagai Upaya Fraud Preventive Pada Lembaga Keuangan Syariah. Journal of Auditing, Finance, and Forensic Accounting, 2(2), 91-100.

Satrio, J. (2012), Wanprestasi Menurut KUHPerdata, Doktrin dan Yurisprudensi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Sari, N. (2016). Manajemen Dana Bank Syariah. Jurnal Ilmu Syariah: Al-Maslahah, 12(1), 45-61.

Sukmana, A. A., & Mulyati, S. (2015). Penilaian Kesehatan KJKS BMT Binamas. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam, 3(2), 125-144.

Warmadewa, I. M. A., & Udiana, I. M. (2016). Akibat Hukum Wanprestasi dalam Perjanjian Baku. Kertha Semaya, 4(03), 1-6.

Yessica, E.(2014). Karakteristik dan Kaitan antara Perbuatan Melawan Hukum dan Wanprestasi (Doctoral dissertation, Sebelas Maret University).

Umam, K. (2013). Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal Wat-tamwil (Studi Kasus di Beringharjo, Yogyakarta). Media Hukum, 20(1),


Peraturan perundang-undangan:

Kitab Undang-undang Hukum Perdata

Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 91/Kep/M. KUKM/IX/2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Usaha Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah

Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh koperasi

Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 35.2/Per/M.KUKM/X/2007 tentang Pedoman Standar Operasional Manajemen Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah

Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 11/Per/M.KUKM/XII/2017 tentang Pedoman Pengawasan Koperasi Jasa Keuangan Syariah dan Unit Jasa Keuangan Syariah Koperasi

Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 07 /Per/Dep.6/IV/2016 Tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Dan Unit Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Koperasi.

Peraturan Menteri Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor 16 /Per/M.KUKM/IX/2015 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam Dan Pembiayaan Syariah Oleh Koperasi.

Undang-undang No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian
Wawancara:

Novianto, E. (2019, 20 11). Data Koperasi BMT Kota Yogyakarta. (N. Prastyananda, Interviewer).

Sunarto. (2019, 22 11). Indikator Kredit Macet di Koperasi. (N. Prastyananda, Interviewer).

Suswantana. (2019, 12 12). BMT Terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM DIY. (N. Prastyananda, Interviewer).

Dwinanto, S. (2019, 15 12). Kewajiban Pengurus dalam Menyelesaikan Pengembalian Dana Anggota Koperasi. Personal Interview. (N. Prastyananda, Interviewer).
Published
2020-06-06
How to Cite
YUWONO, Nurbaiti Prastyananda. Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Koperasi Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Tidak Sehat di Kota Yogyakarta. JURNAL HUKUM ISLAM, [S.l.], p. 21-46, june 2020. ISSN 2502-7719. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/jhi/article/view/2641>. Date accessed: 15 aug. 2020. doi: https://doi.org/10.28918/jhi.v18i1.2641.
Section
Artikel