Pengelolaan Tabungan Haji Perspektif Hukum Perjanjian Syariah

  • Evita Premila Djilham Pascasarjana IAIN Tulungagung

Abstract

 
The management of hajj savings currently still raises many problems in relation with, for examples, the management of hajj saving for investment and the transparency of the management as well. Based on the fact, this paper aims to analyse the management of hajj saving in the perspective of sharia agreement law. The method of the study uses normative law using a statutory and conceptual approach. The sources of primary law material were obtained from various laws and regulations, while the secondary law materials were obtained from the publications or scientific articles. The technique of analysis of law material uses the analysis perspective by using logic and reasoning law to answer the issue of the law. The result of the research showed that the hajj saving using deposit agreement (wadi’ah yad dhamanah) and profit-sharing agreements (mudharabah muthlaqah dan muqayyadah). From those two kinds of agreement, the customers of hajj saving have automatically permitted the Bank to use the hajj saving. However, if the contract that is used is mudharabah muqayyadah, the customers of hajj savings can provide special restriction to the Bank to use and to manage the money in accordance with the agreement of both parties. Therefore, there should be transparency in the management of hajj savings as a form of responsibility of the manager to the customers.

References

Anshori, A.G. (2006), Pokok-Pokok Hukum Perjanjian Islam di Indonesia. Yogyakarta: Citra Media.

Anshori, A.G. (2007). Perbankan Syariah di Iindonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas.

Antonio, M. S. (1999). Bank Syariah (Suatu Pengenalan Umum). Jakarta: Tazkia Institute.

Anwar, S. (2010). Hukum Perjanjian Syari’ah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Arifin, J. (2016). Substansi Akad dalam Transaksi Syariah. Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah, 6(1), 165-183.

As' ari, E. (2018). Penerapan Produk Tabungan Wadi'ah dalam Perspektif DSN-MUI Nomor 2 Tahun 2017. Khozana, 1(1), 1-29.

Basyir, A. (2000). Asas-Asas Hukum Muamalat (Hukum Perdata Islam). Yogyakarta: UUI Press.

Desminar, D. (2019). Akad Wadiah Dalam Perspektif Fiqih Muamalah. Menara Ilmu, 13(3), 25-35.

Djamil, F. (2001). Hukum Perjanjian Syariah dalam Kompilasi Hukum Perikatan. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Fitri, M. (2015). Prinsip Kesyariahan Dalam Pembiayaan Syariah. Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 6(1), 57-70.

Hakim, T. D. (2017). Analisis fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Nomor. 02/DSN-MUI/IV/2000 terhadap dana tabungan haji di Bank Mega Syariah KC Surabaya Darmo , Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Irman, M & Satria, R. (2018). Dinamika Formulasi Akad Terhadap Pengelolaan Dana Haji di Indonesia, Jurnal Hukum Islam, 03(2), 141-152.

Krisdawati, I. (2016). Sistem Pengelolaan Tabungan Haji dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam (Studi Kasus di PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk Kantor Cabang Pembantu Kuningan, Skripsi, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Lasri, H. R. R. (2018). Pandangan Tokoh Muhammadiyyah Terkait Penggunaan Dana Haji Untuk Pembangunan Infrastruktur: Studi di Kantor PDM Kota Malang, Skripsi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Leu, U. U. (2014). Akad Dalam Transaksi Ekonomi Syariah. Jurnal Tahkim, 10(1), 48-66.

Mardani. (2005). Hukum Islam: Kumpulan Peraturan Tentang Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mu’allim, A.M. I. S. (2018). Tinjauan Hukum Ekonomi Islam Terhadap Pemanfaatan Dana Haji Untuk Investasi Infrastruktur oleh Pemerintah, Master's thesis, Universitas Islam Indonesia.

Rongiyati, S. (2017). Perspektif Yuridis Pengelolaan Dana Haji untuk Investasi Infrastruktur. Majalah Info Singkat Hukum, IX(15), 1-4.

Srisusilawati, P., & Eprianti, N. (2017). Penerapan Prinsip Keadilan dalam Akad Mudharabah di Lembaga Keuangan Syariah. Law and Justice, 2(1), 12-23.

Subekti. (2005). Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa.

Widayatsari, A. (2013). Akad Wadiah dan Mudharabah dalam Penghimpunan Dana Pihak Ketiga Bank Syariah. Economic: Journal of Economic and Islamic Law, 3(1), 1-21.

Zuhdi, M. H. (2017). Prinsip-Prinsip Akad Dalam Transaksi Ekonomi Islam. Iqtishaduna, 8(1), 78-115.

Fatwa dan Undang-Undang
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. 2000. Fatwa Nomor: 15/DSN-MUI/IX/2000 tentang Prinsip Distribusi Hasil Usaha dalam Lembaga Keuangan Syariah.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. 2000. Fatwa Nomor: 02/DSN-MUI/IV/2000 tentang Tabungan.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. 2017. Fatwa Nomor: 155/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Mudharabah.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. 2018. Fatwa Nomor: 122/DSN-MUI/II/2018 tentang Pengelolaan Dana BPIH dan BPIH Khusus Berdasarkan Prinsip Syariah.

Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah.

Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2013 tentang Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentan Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.

Internet:
Editor. (2014). Kemenag Kembali Ingatkan Dana Talangan Haji oleh Perbankan Dilarang. http://news.detik.com/berita/d-2509359/kemenag-kembali-ingatkan-dana-talangan-haji-oleh-perbankan-dilarang.html.

Fernandez, N. 2019. Pengelolaan Dana Haji Dituntut Transparan Saatnya Berlakukan Rekening Virtual. https://kabar24.bisnis.com/read/20190208/79/886632/pengelolaan-dana-haji-dituntut-transparan-saatnya-berlakunya-rekening-virtual.html.

Sikumbang, I. R. (2018). Investasi Langsung dari Dana Haji, Perlu Transparansi. http://www.kompasiana.com/irwanrinaldi/5c170dds112fe3aff637376/investasi-langsung-dari-dana-haji-prlu-transparansi?page=all.html.
Published
2020-06-06
How to Cite
DJILHAM, Evita Premila. Pengelolaan Tabungan Haji Perspektif Hukum Perjanjian Syariah. JURNAL HUKUM ISLAM, [S.l.], p. 85-101, june 2020. ISSN 2502-7719. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/jhi/article/view/2659>. Date accessed: 15 aug. 2020. doi: https://doi.org/10.28918/jhi.v18i1.2659.
Section
Artikel