Akad Nikah Dua Kali di Desa Ngadirejo Kecamatan Reban Kabupaten Batang Jawa Tengah

  • Nafkha Khorida Lutfina Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Abstract

 
This study aims to understand and analyze the implementation of the contract of marriage (aqdun nikah) which has been done twice and the outlooks of the community figures of Ngadirejo Village, Reban District, Batang Regency on the contract of marriage. This field research uses a qualitative approach. The technique of collecting data uses observations, interviews, and literature study. The interactive model is used to analyze the data. The results of the research showed that the implementation of the contract of marriage which has been done two times in the community of Ngadirejo Village: first by Kyai or Islamic scholar of the village, then second by the Office of Religious Affairs. This was done because there is a local belief of the community regarding Javanese counts. The outlooks of the community figures of Ngadirejo Village on the contract of marriage of two times are: 1) the aqdun nikah of two times must be carried out in accordance with Javanese counts. They believed that if the implementation does not refer to the Javanese counts, it will bring loggers or negative influence in the life of household; 2) the marriage agreement of two times must not be carried out. It is because, in the relationship of household, there will always be problems which might be happened not because of the incompatibility with the calculations of Javanese. Therefore, the most important is not to get rid of the existing tradition, but to provide the understanding to the community that, in the marriage, the things need to do is to meet the requirement and the pillars of marriage which have been determined by the Islamic law and the state law.

References

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV. Jejak.
Aulia, T. R. (2009). Kompilasi Hukum Islam. Bandung: Nuansa Aulia.
Aziz, S. (2017). Tradisi pernikahan adat jawa keraton membentuk keluarga sakinah. IBDA: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 15(1).
Bafadhal, F. (2014). Itsbat Nikah Dan Implikasinya Terhadap Status Perkawinan Menurut Peraturan Perundang-Undangan Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Jambi, 5(1).
Erwinsyahbana, T. (2012). Sistem hukum perkawinan pada Negara hukum berdasarkan pancasila. jurnal ilmu hukum, 3(1).
Harini, S. (2019). Tasawuf Jawa. Yogyakarta: Araska.
Hikmah, N. (2019). Perkawinan Dua Kali Akad di Desa Battal Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo 2013-2018 (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).
Hikmiyah, H. H. (2017). Analisis Maslahah Terhadap Pengulangan Akad Nikah Di Kua Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).
Khairani, (2017). Pengulangan Nikah Menurut Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di KUA Kecamatan Kota Kualasimpang). Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 1(2).
Luthfiyah, L. (2014). Relasi Budaya dan Agama dalam Pernikahan. Jurnal Hukum Islam, 12( 1).
Mulyana. (2006). Spiritualisme Jawa: Meraba Demensi dan Pergulatan Religiusitas Orang Jawa. Kejawen Jurnal Kebudayaan Jawa, 4(1).
Nafik, M. (2016). Fenomena Tajdīdu An-Nikah Di Kelurahan Ujung Kecamatan Semampir Kodya Surabaya. Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam, 14(2).
Narauddin, A., & Tarigan, A. A. (2016). Hukum Perdata Islam di Indonesia. Yogyakarta: Prenada Media.
Oktiasasi, A. W (2016). Perhitungan Hari Baik Dalam Pernikahan (Studi Fenomenologi Pada Keluarga Muhammadiyah Pedesaan di Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk). Jurnal Paradigma, 4(3).
Rofiq, A. (2015). Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Rozi, F. (2019). Prinsip-Prinsip Budaya Sebagai Sumber Hukum Islam. Putih Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu Dan Hikmah, 4(2).
Santosa, K. I. (2017). Tradisi Perhitungan Weton Sebagi Syarat Pernikahan Ditinjau Dari Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Pesahangan Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap) (Doctoral dissertation, IAIN Purwokerto).
Santoso, S. (2016). Hakekat Perkawinan Menurut Undang-Undang Perkawinan, Hukum Islam dan Hukum Adat. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 7(2).
Sari, C. N. M. (2017). Pengulangan Nikah Menurut Perspektif Hukum Islam (studi kasus di KUA Kecamatan Kota Kualasimpang (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).
Semiawan, C. R. (2017). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya. Jakarta: Gramedia Widia Sarana.
Umam, Khoirul (2015) Pembaharuan Akad Nikah Masyarakat Muslim Berdasarkan Petungan Jawa (Studi Kasus di Desa Pakis Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati). (Master thesis, IAIN Salatiga).
Wibisana, W. (2016). Pernikahan Dalam Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta'lim, 14(2).
Zuhri, S. (2012). Tinjauan hukum Islam tentang larangan menikahkan dua kali dalam satu tahun: studi kasus di Desa Sido Binangun Kecamatan Deket Kebupaten Lamongan (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).

Peraturan Perundang-undangan:
Republik Idonesia, Undang-undang Nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.
Republik Indonesia, Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Wawancara:
AI. (2020, 20 1). Pelaksanaan Akad Nikah Pertamma Depan Kyai dan Akad Nikah Kedua Depan Pejabat KUA (Nafkha Khorida Lutfina dkk, Interviewer).
B. (2020, 22 1). Hitungan Pelaksanaan Akad Nikah oleh Kyai atau Orang yang Dianggap Mampu. (Nafkha Khorida Lutfina dkk, Interviewer).
D. (2020, 22 1). Keyakinan Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Akad Nikah Dua Kali: Dulu dan Sekarang. (Nafkha Khorida Lutfina dkk, Interviewer).
J. (2020, 22 1). Hitungan Jawa Tidak Berdampak Pada Buruknya Kehidupan Rumah Tangga. (Nafkha Khorida Lutfina dkk, Interviewer).
MAA. (2020, 19 1). Hitungan Jawa Diambil dari Neptu dan Pasaran. (Nafkha Khorida Lutfina dkk, Interviewer).
MAZ. (2020, 24 1). Keyakinan Masyarakat Terhadap Pelaksanaan Akad Nikah Dua Kali: Dulu dan Sekarang. (Nafkha Khorida Lutfina dkk, Interviewer).
P. (2020, 27 1). Pelaksanaan Akad Nikah Dua Kali Tidak Melanggar Aturan Syara’ (Nafkha Khorida Lutfina dkk, Interviewer).
U. (2020, 17 1). Urgensi Hitungan Jawa Terhadap Pelaksanaan Akad Nikah Dua Kali. (Nafkha Khorida Lutfina dkk, Interviewer).
Z. (2020, 18 1). Hitungan Jawa Diambil dari Buku Primbon atau Turun Temurun (Nafkha Khorida Lutfina dkk, Interviewer).
Published
2020-06-06
How to Cite
LUTFINA, Nafkha Khorida. Akad Nikah Dua Kali di Desa Ngadirejo Kecamatan Reban Kabupaten Batang Jawa Tengah. JURNAL HUKUM ISLAM, [S.l.], p. 47-66, june 2020. ISSN 2502-7719. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/jhi/article/view/2674>. Date accessed: 15 aug. 2020. doi: https://doi.org/10.28918/jhi.v18i1.2674.
Section
Artikel