publication ethic

Journal of Islamic Economics and Finance (JIEF) adalah jurnal ter-review yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan. Pernyataan etika publikasi ilmiah ini merupakan pernyataan kode etik semua pihak yang terlibat dalam proses publikasi jurnal ilmiah ini, termasuk penulis, editor, reviewer dan penerbit. Pernyataan ini didasarkan pada rekomendasi Elsevier dan COPE’s Best Practice Guidelines for Journal Editors.

Tugas Penulis

  1. Standar Pelaporan: Penulis harus menyajikan laporan yang akurat dari pekerjaan riset yang dilakukan, serta diskusi yang objektif dan signifikan. Peneliti juga harus memaparkan hasil penelitian secara jujur ​​dan tanpa pemalsuan atau manipulasi data yang tidak benar. Sebuah manuskrip harus mengandung detail dan referensi yang cukup untuk mengizinkan orang lain meniru karya tersebut. Laporan penipuan atau pemberian informasi tidak akurat secara sengaja merupakan perilaku yang tidak etis dan tidak dapat diterima. Naskah harus mengikuti pedoman pengiriman jurnal.
  2. Orisinalitas dan Plagiarisme: Penulis harus memastikan bahwa karya yang ditulis sepenuhnya asli. Naskah tidak boleh diserahkan secara bersamaan ke lebih dari satu publikasi, kecuali editor menyetujuinya. Karya dan publikasi sebelumnya yang relevan, baik oleh peneliti lain maupun milik penulis, harus diakui dan dirujuk dengan benar. Jika memungkinkan, literatur utama harus dikutip dengan baik. Kata-kata asli yang diambil langsung dari publikasi oleh peneliti lain harus disertai tanda kutip dengan kutipan yang sesuai.
  3. Publikasi Ganda, Redundan, atau Bersamaan: Penulis pada umumnya tidak boleh menyerahkan naskah yang sama ke lebih dari satu jurnal secara bersamaan. Seorang penulis juga tidak boleh mempublikasikan manuskrip yang menjabarkan esensi penelitian yang sama di lebih dari satu jurnal atau publikasi utama. Mengirimkan manuskrip yang sama ke lebih dari satu jurnal secara bersamaan merupakan perilaku yang tidak etis dan tidak dapat diterima.
  4. Pengakuan Sumber: Penulis harus mengetahui semua sumber data yang digunakan dalam penelitian dan mengutip publikasi yang berpengaruh dalam laporan penelitiannya. Pengakuan atas pekerjaan orang lain harus selalu diberikan secara tepat.
  5. Kepenulisan Makalah: Penulisan publikasi penelitian harus secara akurat mencerminkan kontribusi individu untuk pekerjaan riset dan pelaporannya. Penulis harus dibatasi hanya kepada mereka yang telah membuat kontribusi yang signifikan terhadap konsepsi, desain, pelaksanaan, atau interpretasi penelitian yang dilaporkan. Semua orang yang telah membuat kontribusi yang signifikan harus terdaftar sebagai penulis pembantu. Orang atau pihak lain yang telah berpartisipasi dalam aspek-aspek substantif tertentu dari proyek penelitian, harus diakui atau terdaftar sebagai kontributor. Penulis korespondensi memastikan bahwa semua penulis yang sesuai harus tercantum dalam manuskrip dan tidak ada penulis yang tidak sesuai, dan bahwa semua penulis telah melihat dan menyetujui versi final dari artikel dan telah sepakat untuk pengajuan publikasi.
  6. Pengungkapan dan Konflik Kepentingan: Semua penulis harus mengungkapkan dalam naskah mereka setiap konflik kepentingan baik substantif atau keuangan yang mungkin ditafsirkan untuk mempengaruhi hasil atau interpretasi manuskrip mereka. Semua sumber dukungan keuangan untuk proyek tersebut harus diungkapkan.
  7. Kesalahan Mendasar dalam Karya yang Diterbitkan: Ketika penulis menemukan kesalahan atau ketidaktepatan signifikan dalam karya yang diterbitkannya, adalah kewajiban penulis untuk segera memberitahukan editor jurnal atau penerbit dan bekerja sama dengan editor untuk menarik kembali atau memperbaiki manuskrip.
  8. Bahaya dan Subjek Manusia atau Hewan: Jika pekerjaan melibatkan bahan kimia, prosedur atau peralatan yang memiliki bahaya yang tidak biasa melekat dalam penggunaannya, penulis harus dengan jelas mengidentifikasi ini dalam naskah.

Tugas Editor

  1. Keputusan Publikasi: Berdasarkan laporan review dewan redaksi, editor dapat menerima, menolak, atau meminta modifikasi pada naskah. Validasi pekerjaan tersebut serta pentingnya bagi peneliti dan pembaca harus selalu mendorong keputusan tersebut. Para editor dapat dipandu oleh kebijakan dari dewan editor jurnal dan dibatasai oleh ketentuan hukum yang berlaku, seperti pencemaran nama baik, pelanggaran hak cipta dan plagiarisme. Para editor dapat berunding dengan editor lain atau mitra bestari dalam membuat keputusan ini. Editor harus bertanggung jawab atas semua yang mereka terbitkan dan harus memiliki prosedur dan kebijakan untuk memastikan kualitas materi yang mereka terbitkan dan menjaga integritas catatan yang diterbitkan.
  2. Review Naskah: Editor memastikan bahwa setiap naskah pada awalnya dievaluasi oleh editor perihal keasliannya. Editor harus mengatur dan menggunakan peer-review secara adil dan bijaksana. Editor menjelaskan proses peer-review dan menginformasikannya kepada penulis serta menunjukkan bagian jurnal mana yang telah ditinjau. Editor harus menggunakan peer-review yang sesuai untuk makalah yang akan dipertimbangkan untuk publikasi dengan memilih orang-orang dengan keahlian yang memadai dan menghindari mereka yang memiliki konflik kepentingan.
  3. Aspek Keadilan: Editor memastikan bahwa setiap naskah yang diterima oleh jurnal ditinjau konten intelektualnya tanpa memandang ras, jenis kelamin, orientasi seksual, keyakinan agama, etnis, kewarganegaraan, atau pandangan politik dari para penulis. Bagian penting dari tanggung jawab untuk membuat keputusan yang adil dan tidak memihak adalah dengan menegakkan prinsip independensi dan integritas editorial. Editor memiliki posisi yang kuat untuk membuat keputusan tentang publikasi, oleh karenanya sangat penting bahwa proses ini dilakukan seadil mungkin dan tidak bias.
  4. Kerahasiaan: Editor harus memastikan bahwa informasi mengenai manuskrip yang dikirimkan oleh penulis dijaga kerahasiaannya. Editor harus menilai secara kritis setiap potensi pelanggaran perlindungan data dan kerahasiaan penulis. Hal ini termasuk meminta persetujuan yang diinformasikan dengan benar terkait penelitian aktual yang disajikan, ataupun persetujuan untuk publikasi jika berlaku.
  5. Pengungkapan dan Konflik Kepentingan: Bahan yang tidak dipublikasikan dalam sebuah naskah yang diajukan tidak boleh digunakan dalam penelitian editor sendiri tanpa persetujuan tertulis dari penulis. Editor tidak boleh terlibat dalam pengambilan keputusan tentang makalah yang memiliki konflik kepentingan.

 Tugas Reviewer

  1. Kerahasiaan: Informasi mengenai manuskrip yang dikirimkan oleh penulis harus dijaga kerahasiaannya dan diperlakukan sebagai dokumen rahasia. Manuskrip harus tidak disebarkan atau didiskusikan dengan orang lain kecuali diizinkan oleh editor.
  2. Pengakuan Sumber: Reviewer harus memastikan bahwa penulis telah mengetahui semua sumber data yang digunakan dalam penelitian. Reviewer harus mengidentifikasi karya terbitan relevan yang belum dikutip oleh penulis. Pernyataan bahwa observasi, derivasi, atau argumen telah dilaporkan sebelumnya harus disertai dengan kutipan yang relevan. Reviewer juga harus menyatakan ke editor jika ada kesamaan substansial atau tumpang tindih antara naskah yang dipertimbangkan dan pengiriman bersamaan ke jurnal lain atau artikel yang diterbitkan, atau mencurigai bahwa pelanggaran mungkin telah terjadi baik selama penelitian atau penulisan dan penyerahan naskah. Reviewr harus merahasiakan kekhawatirannya dan tidak menyelidiki lebih lanjut secara pribadi kecuali jurnal tersebut meminta informasi atau saran lebih lanjut.
  3. Standar Objektivitas: Review naskah yang diserahkan harus dilakukan secara obyektif dan reviewer harus mengungkapkan pandangan mereka dengan jelas dengan argumen yang mendukung. Reviewer harus mengikuti petunjuk jurnal tentang umpan balik spesifik yang diperlukan. Reviewer harus konstruktif dalam memberikan ulasannya dan memberikan umpan balik yang akan membantu penulis untuk memperbaiki naskahnya.
  4. Pengungkapan dan Konflik Kepentingan: Informasi atau ide yang diperoleh dalam proses review harus dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk keuntungan pribadi. Reviewer harus menolak naskah yang memiliki konflik kepentingan akibat kompetisi, kolaborasi, atau hubungan dan koneksi lainnya dengan salah satu penulis, perusahaan, atau lembaga yang berkaitan dengan manuskrip. Dalam kasus ulasan double-blind, jika reviewer mencurigai identitas penulis, beri tahu jurnal jika hal ini dapat menimbulkan potensi konflik kepentingan.
  5. Ketepatan: Reviewer harus menanggapi dalam kerangka waktu yang wajar. Reviewer hanya setuju untuk meninjau naskah jika mereka cukup yakin mereka dapat mengembalikan tinjauan atau reviewnya dalam kerangka waktu yang diusulkan atau disepakati bersama, serta menginformasikan kepada pihak jurnal dengan segera jika memerlukan perpanjangan waktu. Dalam hal seorang reviewer merasa tidak mungkin menyelesaikan review naskah dalam waktu yang ditentukan, maka informasi tersebut harus dikomunikasikan kepada editor, agar naskah tersebut dapat dikirimkan kepada reviewer lain.