Konsep Maqamat menurut Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Salalim Al-Fudala

  • Aris Priyanto IAIN Pekalongan

Abstract

 
Maqamat adalah tingkatan seorang hamba dihadapan Allah dalam hal ibadah dan  latihan-latihan (riyaḍah) jiwa yang dilakukannya. Maqamat juga terdapat dalam kitab Salalim Al-Fuḍala karya Syekh Nawawi Al-Bantani. Keberadaan maqamat sangat penting dalam perjalanan spiritual seorang salik untuk bisa sampai kepada Allah dan menjadi kekasih-Nya. Dengan latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk: 1). mengetahui konsep maqamat Syekh Nawawi al Bantani dalam kitab Salalim Al-Fuḍala; 2). mengetahui maqam-maqam yang terdapat dalam Kitab Salalim Al-Fuḍala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Syekh Nawawi Al-Bantani memahami maqamat sebagai sebuah wasiat yang harus dijaga dan diamalkan oleh seorang salik. Sedangkan maqamat menurut Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Salalim Al-Fuḍala’ adalah tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh seorang salik untuk sampai kepada Allah dan menjadi kekasih-Nya dengan cara menjaga dan mengamalkan sembilan wasiat. Sembilan wasiat tersebut menurutnya adalah taubat, qana’ah, zuhud, belajar ilmu syari’at, menjaga ibadah sunnah, tawakal, ikhlas, uzlah, dan menjaga waktu. Selain itu, ada tiga macam maqam yang ditawarkan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Salalim al-Fuḍala yang tidak terdapat dalam macam-macam maqam para tokoh sufi lainnya. Ketiga macam tersebut antara lain; belajar ilmu syari’at, menjaga ibadah sunnah, dan menjaga waktu. Sehingga ketiga tersebut akhirnya menambah jumlah maqamat yang ada dalam disiplin ilmu tasawuf, dimana ketiga maqam tersebut tidak ditemukan dalam konsep maqamat para tokoh sufi lainnya.

References

Aceh, A. (1996). Pengantar Ilmu Tarekat Kajian Historis Tentang Mistik. Solo: Ramadhani.
Al Bantani, N. (2001). Salalim Al Fuḍala’. Indonesia: Al-Haramain.
Al-Ghazali. (t.thn.). Mukasyafah Al-Qulub . Singapura, Jiddah, Indonesia:: Al-Haramain.
Al-Kalabadzi, A. B. (t.thn.). At-Ta’aruf li Madzhab At-Thasawuf. Indonesia: Maktabah Ats-Tsaqafah.
al-Matauf, A. ‘. (2003). Sunan Turmudzi. Beirut: Dar el- Fikr.
Al-Taftazani, A. A.-W.-G. (1997). Sufi dari Zaman ke Zaman. Bandung: Pustaka.
An-Naisaburi, A.-Q. (1999). Risalah Al-Qusyairiyah, (terj).Lukman Haqim. Surabaya: Risalah Gusti.
Anshori, M. S. (2011). Tasawuf dan Revolusi Sosial. Kediri: Pustaka Azhar.
Anwar, R. (2000). Ilmu Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia.
Anwar, R. (2010). Akhlak Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia.
Ardiyani, D. (2018). Maqam-maqam dalam Tasawuf, Relevansinya dengan Keilmuan dan Etos Kerja. Suhuf, 30(2), 168-177. Diambil kembali dari http://journals.ums.ac.id/index.php/suhuf/article/view/7641
Arrasyid. (2020). Konsep-Konsep Tasawuf dan Relevansinya dalam Kehidupan. El-Afkar, 9(1), 49-65. doi:http://dx.doi.org/10.29300/jpkth.v9i1.2649
At-Thawil, T. (2013). Agama dan Filsafat. Madiun: Yayasan PP Al-Furqon.
At-Thusi, A. N.-S. (1960). Al-Luma’. Cairo: Daar Al-Haditsah.
Dhofier, Z. (1982). Tradisi Pesantren, Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.
Hanifiyah, F. (2019). KONSEP TASAWUF SUNNI: Mengurai Tasawuf Akhlaqi, Al-Maqamat dan Ahwal, Al-Ma'rifah, dan Mahabbah Perspektif Tokoh Sufi Sunni. At-Turāṡ: Jurnal Studi Keislaman, 6(2), 214-231. doi: Doi: http://doi.org/10.33650/at-turas.v6i2.721
Jamil, M. (2007). Cakrawala Tasawuf: Sejarah, Pemikiran, dan Kontekstualitas. Jakarta: Gaung Persada.
Kholid, A. I. (2018). Menuju Tuhan melalui Tarekat (Kajian tentang Pemikiran Tasawuf). YAQZHAN, 4(1), 1-23. doi:10.24235/jy.v4i1.3187
Khusna, Z. F. (2012). Pendidikan Adab Kepribadian menurut Syekh Muhammad bin Umar Al Nawawi Al Bantani dalam kitab Maraqiy Al ‘Ubudiyah. Salatiga: STAIN Salatiga.
Mannan, A. (2018). Esensi Tasawuf Akhlaki di Era Modernisasi. Jurnal Aqidah-Ta, 36-56. doi:https://doi.org/10.24252/aqidahta.v4i1.5172
Masturin. (2018). Khaul and Maqam Thariqath in Sufism: The ANalysis of Implementation Inside the Live of Sufi Thariqath Naqshabandiyah at Dawe Kudus Boarding School. ADDIN, 12(1), 221-239. doi:http://dx.doi.org/10.21043/addin.v1i1.3526
Mustajib, A. (2007). Studi Tentang Konsep Dawa’ al Qalbi (Obat Hati) dalam Kitab Salalim Al-Fudhala karya Imam Nawai Al- Bantani. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga .
Naharin, S. (t.thn.). Pemikiran Imam Nawawi Al-Bantani dan M. Sholeh Darat Al Samarani, tela’ah kitab Salalim Al-Fudlola’ dan Minhaj Al-AtqiyaIla Ma’rifah Hidayah Al-Azkiya’ Ila Thariq Al-Auliya. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Nasrul. (2015). Akhlak tasawuf. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Ni'am, S. (2020). THE DEBATE OF ORTHODOX SUFISM AND PHILOSOPHICAL SUFISM: The STudy of Maqamat in the Siraj al-Talibin of Shaykh Ihsan Jampes. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 58(1), 1-34. doi:10.14421/ajis.2020.581.1-34
Purnamasari, N. I. (2018). Tasawuf 'Amali sebagai Model Tasawuf Sosial. Mukammil: Jurnal Kajian Keislaman, 1(2), 168-193. Diambil kembali dari https://ejournal.alkhoziny.ac.id/index.php/mukammil/article/view/52
Suryadilaga, M. A. (2008). Miftahus Sufi . Yogyakarta : Teras.
Ulya, R. (2003). Zuhud dari Zaman ke Zaman. Yogyakarta : IAIN Yogyakarta.
Usman, H. d. (1998). Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Bina Aksara.
Widayani, H. (2019). Maqamat (Tingkatan Spiritualitas dalam Proses Bertasawuf). El-Afkar, 8(1), 11-24. doi:http://dx.doi.org/10.29300/jpkth.v8i1.2023
Zulfikar, E. (2020). Khazanah Tasawuf Nusantara: Telaah atas Pemikiran Maqamat Tasawuf Nawawi al-Bantani dalam Kitab Salalim al-Fudala. Spiritualita, 4(1), 1-20. doi:https://doi.org/10.30762/spr.v4i1.1177
Published
2021-04-05
How to Cite
PRIYANTO, Aris. Konsep Maqamat menurut Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Kitab Salalim Al-Fudala. JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 32-50, apr. 2021. ISSN 2797-779X. Available at: <http://e-journal.iainpekalongan.ac.id/index.php/jousip/article/view/3879>. Date accessed: 21 oct. 2021. doi: https://doi.org/10.28918/jousip.v1i1.3879.